Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LinkAja Klaim Catatkan Kinerja Apik di Luar Pulau Jawa

LinkAja mengungkap fenomena pertumbuhan pengguna di luar Pulau Jawa pada periode Januari hingga Juni 2022.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  01:36 WIB
LinkAja Klaim Catatkan Kinerja Apik di Luar Pulau Jawa
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dompet digital pelat merah PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja membuktikan bahwa penggunaan transaksi nontunai di luar Pulau Jawa terus tumbuh sejalan dengan tren penggunaan uang elektronik di kota-kota besar Tanah Air.

Direktur Utama LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengungkap fenomena ini terbukti dari kinerja perusahaan pada rentang periode Januari hingga Juni 2022, di mana pertumbuhan tidak hanya terjadi spesifik di provinsi DKI Jakarta saja. 

Menurutnya, fenomena pola pertumbuhan serupa di sejumlah provinsi lain di luar Pulau Jawa artinya turut menggambarkan peningkatan minat dalam penggunaan LinkAja sebagai sarana pembayaran digital untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Adanya pertumbuhan positif dari segi keaktifan pengguna, rutinitas bertransaksi, dan juga besaran nilai transaksi di dalam platform LinkAja di sejumlah daerah, membuat kami yakin bahwa masih banyak potensi yang perlu semakin kami gali dan satukan demi kemajuan ekonomi bangsa," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/7/2022).

Sebagai gambaran, jika dibandingkan semester I/2022 dengan periode sebelumnya, wilayah Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tiga variabel kinerja penggunaan LinkAja.

Tiga variabel penting yang menjadi tolak ukur tersebut, yaitu keaktifan pengguna, jumlah, serta besaran nilai transaksi dalam penggunaan LinkAja sebagai sarana pembayaran digital. 

Diukur berdasarkan besaran jumlah transaksi, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara berada tepat di bawah provinsi DKI Jakarta, dengan persentase peningkatan yang signifikan sebesar 120 persen dan 94 persen dari periode yang sama pada periode 2021.

Mitra pembelian pulsa Telkomsel, yaitu DigiPOS terekam sebagai platform yang meraup transaksi terbesar di kalangan pengguna LinkAja berdasarkan data yang ditarik dari sejumlah wilayah Indonesia. 

Setelah itu, menyusul kemudian use-case pembelajaan di ritel-ritel penyedia jasa makanan, alat transportasi seperti Commuterline khususnya di wilayah aglomerasi Jabodetabek, serta transportasi panggilan seperti Grab dan Gojek di wilayah Sulawesi.

Sejumlah provinsi yang menunjukkan aktivitas penggunaan aplikasi LinkAja cukup baik, di antaranya provinsi Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, dan Papua Barat secara berurutan menjadi pengguna LinkAja paling aktif jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. 

Turut menyusul Jakarta, dua provisi di wilayah Sumatra, yaitu Sumatra Barat dan Bangka Belitung masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 4 persen dan 3 persen berdasarkan nilai rupiah yang ditransaksikan sepanjang semester I/2022.

Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 83 juta pengguna terdaftar di platform LinkAja dan sejumlah provinsi di luar Ibu Kota memperlihatkan geliat pertumbuhan positif yang mempertegas kemajuan perekonomian dalam negeri. 

Ke depan, Yogi menambahkan dengan mengoptimalkan seluruh layanan yang diunggulkan oleh setiap BUMN yang merupakan pemegang sahamnya, LinkAja optimis dapat memenuhi kebutuhan transaksi digital yang aman dan nyaman, serta semakin mempercepat proses inklusi keuangan yang merata di Indonesia.

"LinkAja didirikan di atas fondasi sinergi dan kolaborasi yang menjadi dasar optimisme perusahaan untuk dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi dalam negeri," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LinkAja dompet digital fintech BUMN
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top