Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp20,64 Triliun di Semester I/2022

Bank Mandiri salurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada kepada 192.657 debitur pada semester I/2022.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  15:52 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp20,64 Triliun di Semester I/2022
Pegawai melayani nasabah di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyampaikan realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) per Juni 2022 sebesar Rp20,64 triliun. KUR tersebut disalurkan kepada 192.657 debitur sepanjang semester I/2022. 

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan angka tersebut meningkat 4,88 persen dibandingkan penyaluran KUR per Juni 2021 sebesar Rp19,68 triliun.

“Target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2022 sebesar Rp40 triliun,” kata Rudi kepada Bisnis, Senin (1/8/2022).

Pada 2022, KUR Bank Mandiri paling banyak disalurkan ke sektor produksi sebanyak Rp12,29 triliun atau sebesar 59,54 persen dari total penyaluran.

Adapun sektor-sektor yang termasuk pada sektor produksi antara lain sektor pertanian sebesar 29,43 persen (Rp6,07 triliun), sektor perikanan 1,97 persen (Rp406,8 miliar), sektor industri pengolahan 8,23 persen (Rp 1,7 triliun), sektor pertambangan 0,03 persen (Rp 5,25 miliar) dan sektor jasa produksi menyumbang 19,88 persen (Rp4,1 triliun).

Rudy mengatakan sejumlah strategi yang dilakukan Bank Mandiri untuk mencapai target tersebut, antara lain bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah/debitur di segmen wholesale Bank Mandiri, baik yang bergerak di sektor produksi seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan dalam hal off-taker dan rekomendasi penyaluran KUR atas mitra-mitranya, maupun di sektor non produksi.

Bank Mandiri, lanjutnya, juga masuk ke sektor-sektor yang selama ini belum tergarap secara optimal seperti sektor pariwisata. Rudi menjelaskan Bank Mandiri juga memperluas skema-skema produk di sektor produksi untuk komoditas tertentu di sektor pertanian yang menyesuaikan dengan kebutuhan masa tanam di mana pokok dan bunga dibayarkan pada saat panen.

“Strategi lainnya adalah dengan memanfaatkan platform digital Mandiri Pintar,” kata Rudi.

Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet) adalah sebuah aplikasi kredit berbasis smartphone (Android), merupakan terobosan Bank Mandiri dalam hal digitalisasi pengajuan kredit mikro produktif sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabahnya sekaligus menggairahkan bisnis segmen UMKM.

Dengan Mandiri Pintar, Bank Mandiri membekali tenaga pemasar mikro atau yang biasa disebut Sales Generalis Produktif (SGP) untuk dapat langsung memproses pengajuan kredit melalui smartphone (Android) kepada nasabah dalam waktu yang lebih cepat.

Sebagai gambaran, jika sebelumnya pengajuan kredit memerlukan waktu lama melalui cara konservatif, dengan menggunakan aplikasi Mandiri Pintar, maka keputusan kredit dapat diperoleh dengan waktu sekitar 15 menit setelah SGP mengajukan data debitur melalui Mandiri Pintar.

Dengan Mandiri Pintar juga, SGP dapat memproses pengajuan kredit mikro produktif baru ataupun top up atas kredit mikro produktif eksisting milik nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri kur kredit usaha rakyat
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top