Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pegang Posisi Bank Syariah Terbesar, BSI (BRIS) Incar Ini...

BSI berharap perbankan syariah juga dapat berkontribusi aktif dalam merealisasikan strategi pembangunan industri makanan dan minuman halal di dalam negeri.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 26 September 2022  |  10:40 WIB
Pegang Posisi Bank Syariah Terbesar, BSI (BRIS) Incar Ini...
Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mengincar posisi sebagai tulang punggung industri halal di Tanah Air. Peran itu seiring posisi perusahaan sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air. 

Direktur Treasury & International Banking Bank Syariah Indonesia Moh. Adib mengungkapkan bahwa praktik ekonomi syariah di Indonesia dapat bertumbuh besar dan pesat.

“Label yang melekat pada Indonesia sebagai the largest Muslim population in the world menjadi berkah tersendiri, di mana Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk dapat menjadi prominent leader, key player, dan trend setter dalam berbagai upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kancah global,” kata Adib dalam webinar bertajuk 'Membangun Industri Makanan & Minuman Halal dalam Negeri serta Dukungan Perbankan Syariah', Senin (26/9/2022).

Adapun berdasarkan laporan Harian Halal Market Report 2021-2022, Adib menerangkan bahwa industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki market size terbesar di dunia, yaitu US$135 miliar atau di kisaran Rp1.958 triliun. Dia menilai, besarnya potensi tersebut merupakan salah satu sektor halal prioritas untuk bisa dikembangkan terlebih dahulu.

Di samping itu, bank syariah dengan market cap mencapai US$3,69 miliar pada Juni 2022 itu menyatakan bahwa pada saat ini, industri pengolahan nasional secara umum juga masih bergantung pada impor. Adib menerangkan, sekitar 71 persen dari total impor Indonesia merupakan impor bahan baku dan barang antara atau pendukung industri pengolahan.

Menurutnya, kehadiran industri makanan dan minuman halal dapat direalisasikan dengan mengurangi ketergantungan impor dan membangun industri dari hulu ke hilir di dalam negeri, serta melakukan sertifikasi halal di setiap produk dan bahan baku dalam proses produksi dan supply chain.

“Dengan strategi tersebut, diharapkan menjadi peluang Indonesia dalam mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman hingga ke segmen industri kecil dan menengah,” ujarnya.

Emiten dengan sandi saham BRIS itu berharap perbankan syariah juga dapat berkontribusi aktif dalam merealisasikan strategi pembangunan industri makanan dan minuman halal di dalam negeri.

“Kami siap mendukung aspirasi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Syariah Indonesia BRIS
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top