Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suku Bunga Acuan BI Naik, BRI (BBRI) Sesuaikan Bunga KPR?

Meski terjadi kenaikan suku bunga acuan BI, BRI belum melakukan penyesuaian untuk bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  02:00 WIB
Suku Bunga Acuan BI Naik, BRI (BBRI) Sesuaikan Bunga KPR?
Menara Brilian dari Bank BRI. Meski terjadi kenaikan suku bunga acuan BI, BRI belum melakukan penyesuaian untuk bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 75 basis poin (bps) selama tahun ini.

Kenaikan 50 bps atau 4,25 persen suku bunga acuan dari Bank Indonesia dilakukan pada 22 September 2022 lalu. Sebelumnya, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga sebesar 25 bps.

Corporate Secretary Bank BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, dengan adanya kenaikan suku bunga acuan BI itu, BRI belum melakukan penyesuaian untuk bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Saat ini, BRI belum menaikan suku bunga KPR,” ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (5/10/2022).

BRI sendiri menetapkan suku bunga dasar kredit (SBDK) yang berlaku per 31 Agustus 2022 untuk segmen kredit konsumsi berupa KPR di level 7,25 persen. Sementara, untuk counter rate atau bunga floating KPR equivalen sebesar 13 persen.

Aestika mengatakan, dengan kondisi suku bunga KPR yang ada saat ini, BRI optimis target pertumbuhan KPR tercapai. “Sampai dengan akhir 2022 pertumbuhan KPR BRI dapat menembus angka 19 persen secara year on year (yoy), atau tidak dilakukan revisi target dari awal tahun ini,” katanya.

Sebelumnya, Aestika mengatakan bahwa KPR BRI per Juni 2022 tumbuh positif dan masih on the track dengan outstanding Juni 2022 berkisar Rp41 triliun atau tumbuh sebesar 10 persen yoy.

Sepanjang 2021, BRI telah berhasil mencatatkan kenaikan KPR sebesar Rp39,1 triliun. Nilai itu tumbuh 9,59 persen yoy dari tahun 2020, yakni Rp35,7 triliun.

Aestika mengatakan bahwa pada awal 2022, permintaan KPR BRI naik secara year to date atau sepanjang tahun berjalan. Satu hal yang mendukung adalah perbaikan business proces engineering berupa implementasi consumer loan factoring (CLF).

Lalu, adanya implementasi BRISPOT konsumer serta program pemasaran KPR BRI Virtual EXPO yang dilaksanakan dua kali pada tahun lalu.

Selain itu, perseroan juga memperbanyak kerja sama dengan pengembang potensial, serta melakukan sinergi dengan APERSI untuk akselerasi percepatan kerja sama dengan pengembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri bbri Suku Bunga kpr
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top