Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apakah Relaksasi Kendaraan Motor DP 0 Persen Bantu Perekonomian Indonesia?

Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menuturkan kebijakan DP 0 persen diharapkan akan membuat laju permintaan kredit motor tetap tinggi.
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dipamerkan di Jakarta, Minggu (24/4/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dipamerkan di Jakarta, Minggu (24/4/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Apakah Relaksasi Kendaraan Motor DP 0 Persen Bantu Perekonomian Indonesia?

Sementara itu,  Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menuturkan kebijakan DP 0 persen tersebut diharapkan akan membuat laju permintaan kredit motor tetap tinggi di tengah suku bunga yang dipastikan akan terus menanjak.

“Kalau suku bunganya naik, DP-nya diperberat, maka orang akan malas [mengajukan kredit]. Dengan demikian, permintaan terhadap kredit akan turun dan penjualan motor juga akan turun yang bisa berujung ke industri [otomotif],” kata Piter saat dihubungi Bisnis, Minggu (6/11/2022).

Piter menekankan, di tengah kondisi global yang diyakini akan mengalami perlambatan dan mengarah resesi, hal yang harus Indonesia lakukan adalah mendorong pasar domestik. Dengan kata lain, apabila pasar global mengalami penurunan, maka pasar domestik di Indonesia jangan ikut menurun.

“Tetap dilonggarkannya DP 0 persen dapat mengimbangi kondisi global dan mengimbangi kenaikan suku bunga agar pasar domestik tetap berjalan. Itu akan sangat membantu untuk kita terus bisa bertahan di tengah kondisi global yang memburuk,” jelasnya.

Adapun, Piter meyakini bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak terkena resesi global, sebab perekonomian Indonesia yang bertumpu kepada perekonomian domestik. Pasalnya, sumbangsih perekonomian Indonesia berasal dari konsumsi domestik dengan persentase hampir mencapai 60 persen. Artinya, imbuh Piter, Indonesia menjadi negara yang akan diuntungkan di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

Kalau kita bertumbuh sama ekspor, ketika global itu turun, ya, kita ikut turun. Tapi kita bukan perekonomian yang bertumpu pada ekspor, kita bertumpu kepada perekonomian domestik. Jadi kita nggak perlu khawatir, kita tidak akan resesi. Kita pasti terdampak, tapi tidak akan resesi,” terangnya.

Lebih lanjut, Piter menyampaikan untuk mengurangi dampak negatif dari kondisi memburuknya global adalah dengan memperkuat permintaan domestik atau permintaan di dalam negeri. Salah satunya adalah kebijakan bank sentral yang memperpanjang pelonggaran DP 0 persen untuk kredit kendaraan bermotor.

“Saya kira perpanjangan pelonggaran DP 0 persen untuk kendaraan bermotor baru akan membantu Indonesia untuk bertahan atau tumbuh lebih tinggi pada 2023,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia memutuskan untuk memperpanjang pelonggaran kebijakan DP 0 persen untuk kredit kendaraan bermotor yang mulai berlaku efektif 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2023. Hal ini guna mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper