Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Ina (BINA) Milik Salim Yakin Penuhi Modal Inti Rp3 Triliun, Ini Strateginya!

Bank Ina (BINA) milik konglomerat Anthoni Salim yakin modal inti Rp3 triliun bisa terpenuhi pada akhir tahun ini.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 09 November 2022  |  14:09 WIB
Bank Ina (BINA) Milik Salim Yakin Penuhi Modal Inti Rp3 Triliun, Ini Strateginya!
Bank Ina Perdana - bankina.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Ina Perdana Tbk. atau Bank Ina (BINA), milik taipan Anthoni Salim, optimistis ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait modal inti minimum Rp3 triliun terpenuhi berkat rights issue yang akan dijalankan bulan ini.

Direktur Utama Bank Ina Perdana Daniel Budirahayu mengatakan rights issue Bank Ina sudah final.

“Tinggal menunggu izin dari OJK,” ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (9/11/2022).

Berdasarkan prospektus di keterbukaan informasi, Bank Ina berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu IV (PMHMETD IV) alias rights issue sebanyak-banyaknya 296,85 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Sebelum melakukan aksi penambahan modal ini, emiten bersandi saham BINA telah mengantongi persetujuan dari pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 3 Juni 2022. Lalu, perseroan menjadwalkan pelaksanaan rights issue pada 16 November 2022.

Adapun, harga pelaksanaan yang ditetapkan dalam aksi rights issue ini adalah sebesar Rp3.600–Rp4.200 per saham. Dengan demikian, dana segar yang akan diterima BINA adalah sebanyak-banyaknya Rp1,24 triliun.

Menurut Daniel, pihaknya optimis rights issue tersebut akan diserap dan dananya cukup untuk memenuhi ketentuan modal inti perusahaan. “Kami yakin, sebelum akhir tahun ini Bank Ina sudah dapat memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan, Bank Ina masih mencatatkan modal inti Rp2,32 triliun per September 2022.

Selain Bank Ina, masih ada sejumlah bank yang belum memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun. Salah satu bank yang belum mencatatkan modal inti Rp3 triliun adalah PT Bank Neo Commerce Tbk. atau BNC (BBYB).

Per September 2022, modal inti BBYB mencapai Rp2,25 triliun. Artinya bank membutuhkan setidaknya Rp750 miliar untuk mengikuti aturan OJK.

Sama seperti Bank Ina, BNC juga optimis modal inti minimum Rp3 triliun akan tercapai sebelum batas waktu yang sudah ditentukan. Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan saat ini perseroan telah merampungkan proses registrasi pelaksanaan rights issue dalam rangka pemenuhan modal inti.

“Kami sedang menunggu persetujuan dari OJK, sehingga pemenuhan modal inti BNC akan tercapai di akhir bulan November ini,” katanya dalam keterangan tertulis pada Selasa (8/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank ina rights issue anthoni salim
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top