Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyelenggaraan Haji Khusus, Bank Muamalat Incar Ratusan Nasabah Baru

Kerja sama ini mampu menambah jumlah nasabah program haji khusus atau prohajj plus di Bank Muamalat
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 23 November 2022  |  08:53 WIB
Penyelenggaraan Haji Khusus, Bank Muamalat Incar Ratusan Nasabah Baru
Karyawati beraktivitas di depan kantor cabang PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. di Jakarta, Selasa (12/7/2022). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. gencar menjajaki kerja sama dengan sejumlah penyelenggara haji khusus. Terbaru, Bank Muamalat menggaet PT Patuna Mekar Jaya (Patuna).

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan bahwa kerja sama ini mampu menambah jumlah nasabah program haji khusus atau prohajj plus di Bank Muamalat. Perseroan sendiri menargetkan penambahan nasabah baru berjumlah 10 persen dari keseluruhan jamaah yang dimiliki Patuna.

Sementara, Patuna memiliki jumlah nasabah mencapai 4.500 orang. Dengan begitu, diperkirakan Bank Muamalat mampu mengakuisisi 500 ribu nasabah baru ke ekosistemnya.

Permana mengatakan bahwa gencarnya kerja sama yang dilakukan oleh perseroan bertujuan untuk mempertebal porsi pembiayaan prohajj plus.

"Kerja sama dengan penyelenggara haji dan umroh akan jembatani percepatan pertumbuhan nasabah haji khusus ini," katanya dalam acara peresmian kerja sama pembiayaan haji khusus dan umrah pada Selasa (22/11/2022).

Prohajj plus sendiri merupakan layanan pembiayaan pengurusan haji khusus dari Bank Muamalat. Layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendaftar haji lebih cepat tanpa perlu menabung lebih lama.

Permana mengatakan perseroan menyasar program pembiayaan prohajj plus karena sudah menjadi mandat dari pemegang saham pengendali perseroan yakni Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Kami diberikan mandat agar layani haji dan umroh lebih banyak lagi," ungkapnya.

BPKH sendiri saat ini merupakan pemegang saham mayoritas Bank Muamalat dengan porsi kepemilikan mencapai 82,65 persen. BPKH menjadi pemegang saham Bank Muamalat setelah menerima hibah saham dari Islamic Development Bank (IDB), Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDF Investment Foundation, dan BMF Holding Limited pada November 2021 sebanyak 7,903 miliar saham.

Selain itu, Bank Muamalat mengincar pasar haji khusus ini karena telah menjadi penopang utama bisnis Bank Muamalat di segmen konsumer. Bank syariah pertama di Indonesia tersebut telah mempunyai pangsa pasar haji khusus ini sebesar 42 persen.

Apalagi, pasar haji khusus diperkirakan akan terus mengalami peningkatan seiring dengan kuota haji Indonesia yang juga bertambah. Sejak Oktober 2021, Pemerintah Arab Saudi telah secara resmi mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah dari Indonesia karena laju perkembangan Covid-19 yang melandai.

Sebagaimana diketahui, Bank Muamalat telah mencatatkan peningkatan laba 332 persen secara tahunan (year on year/yoy) per kuartal III/2022. Beberapa rasio keuangan BMI juga menunjukkan perbaikan. Net operating margin (NOM) misalnya, naik menjadi 0,18 persen. Sementara itu, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing melaju ke level 0,09 persen serta 0,84 persen

Total aset perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 15 persen yoy atau dari Rp52,06 triliun menjadi Rp59,77 triliun. Namun, laju pembiayaan Bank Muamalat tercatat mencapai Rp10,31 triliun atau turun 32 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan terpantau tumbuh tipis dari posisi Rp43,82 triliun pada September 2021 menuju Rp44,95 triliun tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank muamalat Ibadah Haji bank syariah
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top