Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bunga Penjaminan, Suku Bunga Deposito Valas di BRI dan BCA Naik

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing atau valas sebesar 100 basis poin menjadi 1,75 persen.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  12:32 WIB
Bunga Penjaminan, Suku Bunga Deposito Valas di BRI dan BCA Naik
Karyawan memegang mata uang dolar AS di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Kamis (8/11/2017). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan bankir secara umum menyambut baik langkah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang menaikkan tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing atau valas sebesar 100 basis poin menjadi 1,75 persen.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Aestika Oryza Gunarto mengatakan kenaikan bunga pinjaman oleh LPS merupakan respons tepat sejalan dengan kondisi pasar saat ini, di mana The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali sepanjang 2022.

“BRI menilai kebijakan ini akan berdampak positif bagi perseroan dalam menghimpun DPK [dana pihak ketiga] valas dalam negeri,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (7/12/2022).

Aestika menyatakan kondisi likuiditas valas dari emiten berkode saham BBRI ini masih ample dan stabil. Dalam menghimpun dana valas, perseroan telah menyesuaikan suku bunga deposito secara selektif dan sejalan dengan pasar secara global.

Hal tersebut tecermin dari pertumbuhan DPK valas perseroan yang sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd) telah meningkat sebesar 24,5 persen.

Selain itu, perseroan juga melakukan penyesuaian suku bunga, baik simpanan valas maupun rupiah, seiring dengan tren kenaikan suku bunda dari Fed Fund Rate. Contohnya, suku bunga counter deposito valas telah naik antara 5 basis poin (bps) hingga 15 bps tergantung tenor.

“Sementara untuk suku bunga counter deposito telah naik antara 15 bps hingga 25 bps tergantung jangka waktu atau tenor deposito,” kata Aestika.

Dihubungi secara terpisah, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menilai keputusan LPS telah mempertimbangkan fundamental ekonomi dalam mendukung stabilitas sistem keuangan dan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Hera mengatakan bahwa emiten bersandi saham BBCA tersebut telah menaikkan bunga deposito valas secara bertahap. Saat ini bunga deposito valas dolar Amerika Serikat (AS) di perseroan berkisar di rentang 0,75 persen hingga 1,75 persen.

“Perseroan akan mengkaji dampak kenaikan suku bunga penjaminan valas LPS, serta menyiapkan strategi yang tepat untuk senantiasa memberikan nilai tambah dan layanan yang optimal bagi segenap nasabah dan masyarakat,” tutur Hera.

Dia menyampaikan bahwa ke depan, BBCA akan tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan transaksi valas sesuai dengan kebutuhan nasabah dalam berbagai jenis mata uang.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penetapan tingkat bunga penjaminan simpanan didasarkan pada beberapa hal, antara lain, antisipasi forward looking terhadap ketidakpastian yang masih tinggi dari sisi kondisi ekonomi dan pasar keuangan.

Selain itu, juga memberikan ruang fleksibilitas bagi perbankan untuk merespons pergerakan likuiditas global, serta upaya sinergi kebijakan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) untuk memperkuat likuiditas valas domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

valas lps perbankan bri bca
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top