Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

CNAF: Pembiayaan Mobil Listrik Meroket 136 Persen Hingga November 2022

CNAF mencatat pembiayaan mobil listrik dan hybrid mengalami kenaikan 136 persen hingga periode November 2022.
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 18 Desember 2022  |  19:11 WIB
CNAF: Pembiayaan Mobil Listrik Meroket 136 Persen Hingga November 2022
Wuling Motors Indonesia mengenalkan kendaraan listrik pertamanya di Indonesia, Air ev sebagai kendaraan ramah lingkungan yang dijual dengan harga mulai dari Rp250 juta hingga Rp300 juta - BISNIS - Jaffry Prabu Prakoso.

Bisnis.com, JAKARTA — PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) atau CIMB Niaga Finance mencatat pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, yaitu mobil listrik dan hybrid meroket 136 persen hingga November 2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). 

Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman mengatakan pembiayaan mobil listrik sampai November 2022 tumbuh 1,5 kali lipat atau setara dengan 136 persen. Tercatat, realisasi kredit berada diangka Rp71,8 miliar di November di 2022 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp30,1 miliar.

“CIMB Niaga Finance menargetkan realisasi kredit mobil ramah lingkungan bisa masuk ke angka Rp75 miliar hingga akhir 2022,” ujar Ristiawan kepada Bisnis, Minggu (18/12/2022).

Ristiawan menyampaikan bahwa CIMB Niaga Auto Finance melihat tren penjualan mobil listrik di Indonesia sangat menjanjikan. Berdasarkan data Gaikindo, tercatat kenaikan penjualan mobil ramah lingkungan meningkat signifikan ke angka diatas 10 ribu unit per bulan November 2022 (EV dan Hybrid) bila dibandingkan angka penjualan full year 2021 diangka 3.192 unit.

Dia menuturkan segmen yang sekarang banyak mengajukan pembiayaan mobil listrik dan ramah lingkungan, yaitu segmen nasabah yang tinggal di kota besar.

"Rata-rata penghasilan yang jauh lebih tinggi dari pada nasabah di kendaraan konvensional,” ujar Ristiawan.

Seiring dengan berbagai macam program stimulus pemerintah untuk mencapai target net zero emisi pada tahun 2060 dan mulai bermunculan varian baru mobil listrik, CNAF sangat yakin pertumbuhan penjualan mobil ramah lingkungan akan jauh meningkat pada 2023.

Bahkan, CIMB Niaga Auto Finance sendiri berani menargetkan pertumbuhan di atas 50 persen untuk segmen kendaraan listrik pada tahun depan. 

Dengan berbagai macam program stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah dari hulu ke hilir, CIMB Niaga Auto Finance sangat yakin geliat bisnis kendaraan ramah lingkungan akan semakin meningkat pada 2023, Kondisi tersebut, lanjutnya, akan sangat berdampak positif terhadap perusahaan Pembiayaan seperti CNAF.

Keyakinan tersebut didasari dari berbagai macam keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat pengguna mobil listrik seperti pajak yang lebih murah, dibebaskan dari aturan ganjil genap dan lainnya.

"Dari sisi perusahaan pembiayaan mendapatkan keuntungan dari perhitungan ATMR yang lebih kecil, penerapan DP 0 persen dan lainnya,” ujar Ristiawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik CIMB Niaga Auto Finance pembiayaan kendaraan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top