Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

OJK: Penyaluran Pembiayaan ke UMKM Tembus Rp212,06 Triliun

OJK mencatat penyaluran perusahaan pembiayaan (multifinance) ke segmen UMKM tembus Rp212,06 triliun per November 2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 22 Januari 2023  |  16:07 WIB
OJK: Penyaluran Pembiayaan ke UMKM Tembus Rp212,06 Triliun
Pelaku usaha UMKM menyiapkan pesanan pembeli yang bertransaksi secara online. - Bisnis / M. Faisal Nur Ikhsan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran perusahaan pembiayaan (multifinance) ke segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu mencapai Rp212,06 triliun per November 2022.

Berdasarkan data Statistik Lembaga Pembiayaan periode November 2022 yang dipublikasikan OJK pada Kamis (5/1/2023), nilai penyaluran ke UMKM naik 16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun lalu yang hanya membukukan nilai sebesar Rp183,23 triliun.

Secara terperinci, segmen usaha besar menjadi penyumbang utama dalam penyaluran pembiayaan ke UMKM pada November 2022. Nilainya mencapai Rp66,11 triliun, naik 3,3 persen yoy dari November 2021 yang membukukan nilai Rp64 triliun.

Selanjutnya, penyaluran pembiayaan ke sektor usaha mikro juga terpantau naik 31,4 persen yoy menjadi Rp51,04 trilun. Diikuti dengan usaha kecil dan usaha menengah yang masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 29,2 persen yoy dan 9 persen yoy. Artinya, segmen usaha kecil dan usaha menengah masing-masing menjadi Rp47,63 triliun dan Rp47,27 triliun pada November 2022.

Adapun secara industri, piutang pembiayaan neto berdasarkan jenis kegiatan usaha hingga November 2022 mencapai Rp409,49 triliun.

Perolehan ini dikontribusi dari pembiayaan investasi yang mencapai Rp141,21 triliun, pembiayaan modal kerja mencapai Rp37,97 triliun, pembiayaan multiguna diperoleh sebesar Rp211,39 triliun, dan pembiayaan lainnya berdasarkan persetujuan OJK mencapai Rp530 miliar, serta pembiayaan berdasarkan prinsip syariah mencapai Rp18,37 triliun.

Sementara dari sisi kinerja keuangan, sampai dengan November 2022, gearing ratio yang dimiliki perusahaan pembiayaan berada di angka 2,01 dan non-performing financing (NPF) di angka 2,48 persen, serta financing to assets ratio (FAR) sebesar 85,62 persen.

Adapun, dari sisi return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing mencapai 5,37 persen dan 13,45 persen. Sedangkan rasio penyertaan modal dan beban operasional pendapatan operasional (BOPO) mencapai 1,06 persen dan 76,11 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK multifinance umkm
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top