Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IMF Revisi ke Atas Proyeksi Global, Indonesia Pede Ekonomi Tembus 5 Persen

Pemerintah tetap optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh di atas 5 persen pada 2023 ini meski IMF melakukan revisi ke bawah.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 31 Januari 2023  |  23:56 WIB
IMF Revisi ke Atas Proyeksi Global, Indonesia Pede Ekonomi Tembus 5 Persen
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta. Pemerintah optimistis ekonomi tahun ini meningkat di atas konsensus IMF. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – International Monetary Fund (IMF) merevisi ke atas pertumbuhan ekonomi global pada 2023 menjadi 2,9 persen, dari yang sebelumnya diperkirakan sebesar 2,7 persen. 

Sementara itu, IMF merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8 persen pada 2023, dari perkiraan sebelumnya 5 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan revisi ke atas pertumbuhan ekonomi global dari IMF menggambarkan bahwa gejolak ekonomi yang sebelumnya diperkirakan sangat berat, menjadi sedikit berkurang.

Kebijakan pemerintah China yang mencabut kebijakan Zero Covid-19 menurutnya memberikan harapan bagi perekonomian dunia pada 2023 yang akan menjadi sedikit lebih baik, meski pelemahan tetap terjadi.

“Pelemahan masih terjadi, tetapi tidak sampai ke tingkat resesi yang tadi disampaikan IMF,” katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2023, Selasa (31/1/2023).

Hal ini, imbuhnya akan turut memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,2 hingga 5,3 persen.

Sementara pada kuartal I/2023, perekonomian dalam negeri diperkirakan tumbuh lebih kuat, didorong oleh dicabutnya kebijakan PPKM, juga mulai masuknya momentum Ramadan.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengatakan, tingkat inflasi yang terjaga mengindikasikan tekanan harga akan terus menurun. Kondisi ini akan mendorong keyakinan masyarakat untuk melakukan konsumsi.

Pertumbuhan ekonomi juga akan didukung oleh penguatan kinerja investasi, meski di sisi lain kinerja ekspor diperkirakan relatif tertahan.

“Pada 2023 pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih tetap dalam kisaran 5 persen atau mendekati asumsi APBN 5,3 persen, meski downside risk-nya tetap kita lihat,” jelas Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Anggara Pernando

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top