Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak! Ini Keyakinan Gubernur BI Sehingga Rupiah Tetap Perkasa atas Dolar

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini stabilitas rupiah akan terus menguat ke depan meski ada tekanan eksternal
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan pemaparan dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan pemaparan dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini stabilitas rupiah akan terus menguat ke depan. Keyakinan itu berlandaskan pada 5 faktor fundamental yang dimiliki Indonesia.

Faktor pertama adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai cukup baik, meski ada revisi ke bawah dari Dana Moneter Internasional (IMF).

"Dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi global dan sejumlah negara emerging market, Indonesia termasuk yang cukup tinggi yakni 4,9 persen, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan China yang bahkan 4,5 persen," ujarnya, Selasa (31/1/2023).

Faktor kedua adalah inflasi yang terkendali. Perry menyatakan inflasi inti dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di bawah 4 persen pada semester I/2023.

Selain itu, bank sentral memproyeksikan inflasi IHK berada di level 3,5 persen pada akhir 2023. Perkiraan itu cukup kontras dengan inflasi dunia yang pada akhir tahun ini diperkirakan mencapai 5 persen. 

Faktor ketiga adalah transaksi berjalan yang sepanjang tahun lalu mencapai surplus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Menurutnya, tren positif itu akan terus berlanjut pada tahun ini. 

Keempat adalah imbal hasil yang menarik. Perry mengatakan yield Surat Berharga Negara (SBN) dibandingkan dengan yield US Treasury ataupun lainnya, cenderung memberikan imbal hasil yang menarik. 

"Kami sampaikan bahwa year-to-date [ytd] sudah terjadi inflow yang relatif tinggi yakni Rp5,8 triliun," tuturnya. 

Faktor terakhir adalah komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengarahkan sesuai dengan fundamentalnya. Hal ini dalam upaya mendukung berlanjutnya pemulihan ekonomi Tanah Air. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper