Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Catat Surplus Transaksi Berjalan US$4,3 Miliar pada Kuartal IV/2022

Simak laporan Bank Indonesia (BI) terkait surplus transaksi berjalan sebesar US$4,3 miliar pada kuartal IV/2022
Karyawan melintas didekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melintas didekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI)melaporkan surplus transaksi berjalan sebesar US$4,3 miliar (1,3 persen dari PDB) pada kuartal IV/2022.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Erwin Haryono mengatakan nilai tersebut turun tipis jika bandingkan capaian surplus pada kuartal sebelumnya (quater to quarter/qtq) sebesar US$4,5 miliar (1,3 persen dari PDB).

"Transaksi berjalan kembali mencatat surplus US$4,3 miliar didukung oleh surplus neraca perdagangan barang yang tetap tinggi," katanya dalam keterangan resmi, Senin (20/2/2023).

Erwin mengatakan kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang terjaga, didukung oleh harga komoditas ekspor yang tetap tinggi.

Adapun, neraca pembayaran Indonesia pada kuartal IV/2022 mencatat surplus US$4,7 miliar, meningkat dibandingkan dengan kinerja kuartal sebelumnya yang tercatat defisit US$1,3 miliar.

Kinerja NPI kuartal IV/2022 tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang tinggi dan perbaikan defisit transaksi modal dan finansial.

Selain itu, dia mengatakan defisit neraca perdagangan migas menurun seiring dengan tren penurunan harga minyak dunia, di tengah kecenderungan peningkatan kebutuhan bahan bakar pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

"Defisit neraca jasa membaik ditopang kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebagai dampak positif penyelenggaraan berbagai event internasional selama periode laporan dan pola musiman akhir tahun," jelasnya.

Erwin mengatakan surplus transaksi berjalan juga ditopang oleh peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder bersumber dari kenaikan penerimaan hibah Pemerintah.

Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh pembayaran imbal hasil investasi kepada investor asing yang meningkat sejalan dengan siklus bisnis dan tren kenaikan suku bunga.

Kinerja transaksi modal dan finansial membaik terutama ditopang oleh peningkatan investasi langsung.

Transaksi modal dan finansial mencatat perbaikan dari defisit US$5,5 miliar (1,6 persen dari PDB) pada kuartal III/2022menjadi defisit US$400 juta (0,1 persen dari PDB) pada kuartal IV/2022.

"Kinerja positif ini terutama ditopang oleh investasi langsung yang membukukan peningkatan surplus sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga," ungkapnya.

Tekanan aliran keluar neto investasi portofolio juga mulai berkurang seiring dengan arus masuk di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang mulai berlangsung sejak pertengahan kuartal IV/2022.

Selain itu, transaksi investasi lainnya mengalami penurunan defisit antara lain disebabkan oleh penarikan penempatan swasta di tengah peningkatan kewajiban pembayaran utang luar negeri.

"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper