Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Bank Syariah Paling Jago Cari Cuan Sepanjang 2022

Sepanjang 2022, ada empat bank umum syariah (BUS) besar, yakni BSI, BTPN Syariah, Muamalat, dan BCA Syariah yang membukukan pertumbuhan laba signifikan.
Ilustrasi bank. /Freepik
Ilustrasi bank. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Bank syariah menuai kinerja apik sepanjang tahun lalu. Setidaknya terdapat empat bank yang petumbuhan labanya melesat signifikan pada 2022.

Salah satu bank umum syariah (BUS) yang memperoleh peningkatan laba pesat adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan kinerja apik BSI itu merupakan buah dari merger dua tahun lalu. BSI memang bank syariah hasil merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

"Alhamdulillah kinerja BSI sepanjang tahun lalu tumbuh signifikan. Kita bisa lihat dari laba bersih BSI yang mencapai Rp4,26 triliun," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/2/2023).

Laba BSI pada 2022 itu tumbuh 41,05 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan perolehan laba pada tahun sebelumnya Rp3,02 triliun.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho juga mengatakan merger memang telah memberi dampak positif bagi kinerja keuangan BSI. "Merger memberikan skala dan jumlah nasabah yang besar," katanya.

BSI sendiri mencatat jumlah nasabah 17,78 juta pada 2022, naik dibandingkan tahun sebelumnya 15,93 juta nasabah. 

Jumlah aset BSI juga melesat setelah merger. Pada 2022, BSI mencatatkan jumlah aset Rp306 triliun, naik 15 persen yoy.

Peningkatan laba BSI juga terdorong oleh pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang naik 25 persen yoy dari Rp1,2 triliun pada 2021 menjadi Rp1,5 triliun pada 2022. Ini membuat laba operasional BSI naik dari Rp4,09 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp5,64 triliun pada 2022.

Dari sisi rasio profitabilitas, BSI juga mencatatkan peningkatan net operating margin (NOM) 42 basis poin (bps) menjadi 2,17 pada 2022. Bank berkode emiten BRIS ini juga mencatatkan return on equity (ROE) sebesar 16,84 persen dan return on asset (ROA) 1,98 persen sepanjang 2022.

Bank syariah tertua di Indonesia, yakni PT Bank Muamalat Bank juga mencatatkan peningkatan laba pesat hingga 197,98 persen yoy menjadi Rp26,58 miliar pada 2022.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Muamalat Hery Syafril mengatakan peningkatan laba tersebut utamanya ditopang oleh kenaikan fee based income perseroan sebesar 95 persen yoy dari Rp560,5 miliar per 31 Desember 2021 menjadi Rp1,1 triliun pada akhir Desember 2022. 

Rasio profitabilitas perseroan juga membaik. ROE Bank Muamalat naik 33 bps menjadi 0,53 persen pada 2022. Kemudian, ROA naik tipis 7 bps menjadi 0,09 persen. NOM Bank Muamalat juga naik 16 bps menjadi 0,20 persen.

Kemudian, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) diketahui membukukan peningkatan laba 20,54 persen yoy menjadi Rp1,76 triliun sepanjang 2022.

Dari sisi rasio profitabilitas, BTPS mencatatkan peningkatan NOM 49 bps menjadi 12,03 persen pada 2022. Sementara itu, BTPS juga mencatatkan ROE sebesar 24,68 persen atau naik 101 bps dan ROA 11,36 persen atau naik 64 bps sepanjang 2022.

Selain itu, PT Bank BCA Syariah telah berhasil mencetak laba Rp117,58 miliar pada 2022, meningkat 33,50 persen yoy dibandingkan raihan laba pada 2021 sebesar Rp87,42 miliar.

Berdasarkan laporan keuangannya, laba BCA Syariah didapatkan karena sejumlah faktor, salah satunya peningkatan pendapatan dari penyaluran dana 12,15 persen yoy menjadi Rp749,68 miliar yang diiringi penyusutan bagi hasil untuk pemilik dana investasi 13,24 persen yoy jadi Rp161,35 miliar.

Alhasil, pendapatan setelah distribusi bagi hasil di BCA Syariah naik 21,94 persen yoy menjadi Rp588,32 miliar pada 2022.

Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau fee based income BCA Syariah naik 10,92 persen yoy menjadi Rp30,46 miliar pada 2022.

Rasio profitabilitas BCA Syariah juga membaik. ROE misalnya naik 99 bps menjadi 4,14 persen pada 2022. Kemudian, ROA naik 21 bps jadi 1,33 persen. NOM di BCA Syariah juga naik 15 bps jadi 1,37 persen.

Apabila dibandingkan, BSI memperoleh laba terbesar dibandingkan BUS lainya. Raihan laba hingga Rp4,3 triliun pada 2022 cukup jauh disaingi oleh BTPS yang memperoleh laba Rp1,76 triliun pada 2022.

Berdasarkan kinerja bottom line, BTPS mengungguli BSI dengan capaian ROE sebesar 24,68 persen. Sementara, BSI memperoleh ROE 16,84 persen.

Pertumbuhan nilai ROE menunjukan kinerja bank dalam menghasilkan laba bersih semakin baik. Rasio ini juga menunjukkan tingginya keuntungan yang dihasilkan oleh bank dari setiap nilai yang diinvestasikan pemegang sahamnya.

Begitu juga dengan ROA BTPS yang mencapai level 11,36 persen, di atas BSI dengan raihan ROA 1,98 persen. Semakin tinggi ROA, maka bank tercatat semakin kuat dalam mendayagunakan asetnya untuk memperoleh keuntungan.

Sementara dari sisi peningkatan laba, Bank Muamalat tercatat sebagai BUS dengan peningkatan laba paling tinggi yakni 197,7 persen yoy, di atas BSI dengan peningkatan 42,3 persen yoy atau BCA Syariah yang tumbuh 33,50 persen yoy.

Berikut capaian laba empat BUS di Indonesia sepanjang 2022:

No

Nama BUS

Laba 2022

Laba 2021

Persentase kenaikan (yoy)

1

BSI

Rp4,26 triliun

Rp3,02 triliun

41,05 persen

2

BTPN Syariah

Rp1,76 triliun

Rp1,46 triliun

20,54 persen

3

BCA Syariah

Rp117,58 miliar

Rp87,42 miliar

33,50 persen

4

Bank Muamalat

Rp26,58 miliar

Rp8,92 miliar

197,98 persen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper