Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Digital Amar Gabung BI-FAST, Ini Alasannya!

Melalui BI FAST, Amar Bank berupaya mempermudah pelayanan perbankan bagi individu dan UMKM
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten bank digital yang melayani segmen ritel dan UMKM, PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR), resmi bergabung menjadi peserta sistem pembayaran BI-Fast Batch 6. 

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian menerangkan implementasi BI-FAST sejalan dengan tujuan Amar Bank sebagai bank digital. 

Vishal mengatakan Amar Bank berkomitmen memberikan dampak sosial bagi masyarakat melalui inklusi keuangan secara berkelanjutan dengan solusi-solusi digitalnya. 

"Melalui BI-FAST, kami optimistis Amar Bank dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengalaman layanan transaksi perbankan yang mudah dan terjangkau kepada nasabah,” katanya, Kamis (30/3).

Didukung kecanggihan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi cloud, Amar Bank yang dimiliki Grup Tolaram dan Investree ini menyediakan layanan perbankan yang memungkinkan nasabah mengelola keuangan secara efektif. 

Selain itu, teknologi AI Amar Bank dapat menganalisis perilaku nasabah untuk membangun kebiasaan menabung yang baik guna mencapai kesehatan finansial yang lebih baik. 

Vishal mengatakan Amar Bank berkomitmen untuk memberdayakan individu dan UMKM, terutama mereka yang unbanked dan underserved

Bank Indonesia menyatakan sistem pembayaran BI-FAST bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan digitalisasi keuangan guna mendukung inklusi keuangan. 

Saat ini, sistem pembayaran BI-FAST memiliki 122 peserta, mewakili 94 persen dari sistem pembayaran ritel nasional. 

Sejak diluncurkan pada Desember 2021, Bank Indonesia telah mencatat lebih dari 414 juta transaksi transfer senilai Rp1.393 triliun hingga Oktober 2022, menunjukkan popularitas dan kesuksesan sistem pembayaran tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Wahyu Arifin
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper