Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Muamalat Refocusing Bisnis ke Segmen Ritel Konsumer

Bank Muamalat melakukan strategi business refocusing ke segmen ritel konsumer.
Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan (kiri) dan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin saat kunjungan ke Kantor Bisnis Indonesia, Rabu (6/9/2023)/Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan (kiri) dan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin saat kunjungan ke Kantor Bisnis Indonesia, Rabu (6/9/2023)/Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. melakukan refocusing bisnis ke segmen ritel konsumer. Strategi ini dilakukan untuk bisnis yang berkelanjutan dan kinerja yang lebih sehat.

Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan dengan shifting ke segmen ritel konsumer, diharapkan margin yang didapat lebih tebal dengan risiko yang tersebar. Saat ini, porsi pembiayaan Bank Muamalat sekitar 80 persen di enterprise, termasuk SME, dan 20 persen di ritel konsumer. 

"Jadi, sekarang kami ingin shifting, di mana porsi pembiayaan 60 persen ritel konsumer dan 40 di enterprise, yang termasuk dengan SME alias UKM," ujarnya dalam agenda Media Visit di Bisnis Indonesia, Rabu (6/9/2023).

Salah satu upaya untuk shifting ke bisnis ritel adalah dengan menyasar segmen aparatur sipil negara (ASN). Pada 2 bulan lalu, Bank Muamalat mendapatkan izin Kementerian Keuangan sebagai penyalur gaji ASN.

Lebih lanjut, pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Muamalat Suhendar mengatakan untuk makin membuat pembiayaan konsumer ritel makin maksimal, maka pihaknya menaikkan status seluruh Kantor Kas (KK) menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP).

"Kita lakukan konversi memang untuk melakukan penetrasi, karena awalnya kan fokus di cabang itu funding, sementara lending itu di korporasi. Maka kami ingin mengubah ini," ucap Suhendar.

Adapun, sepanjang semester I/2023 Bank Muamalat membukukan laba bersih senilai Rp26,9 miliar, naik 27,06 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp21,17 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, Bank Muamalat mencatatkan pertumbuhan aset 6,7 persen yoy menjadi Rp63,9 triliun. Pencapaian aset ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah bank.

Total aset tersebut didorong oleh peningkatan pembiayaan yang tumbuh 7,8 persen yoy menjadi sebesar Rp20,4 triliun. Pertumbuhan tertinggi pembiayaan tercatat pada pembiayaan berbagi hasil (musyarakah) yang tumbuh 22,3 persen yoy.

Bank Muamalat telah meraup dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp47,6 triliun, tumbuh sebesar 5,2 persen yoy. Bank juga mencatatkan komposisi dana murah atau current account savings account (CASA) mencapai Rp20,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper