Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Niaga (BNGA), Bank Neo (BBYB), Hingga Mayapada (MAYA) Gelar Aksi Korporasi, Simak Jadwalnya!

Bank Mayapada (MAYA), Bank Maspion (BMAS, Bank Neo (BBYB), hingga Bank CIMB (BNGA) bersiap menggelar aksi korporasi right issue hingga private placement.
Karyawan melayani nasabah di digital lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (22/8/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani nasabah di digital lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (22/8/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah bank seperti PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) hingga PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan menggelar aksi korporasi berupa right issue dan private placement akhir tahun ini. Intip kapan jadwalnya.

Bank Mayapada milik taipan Dato Sri Tahir akan menggelar aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue sebanyak-banyaknya 26,74 miliar lembar saham. Adapun, jumlah dana yang diperoleh dari PMHMETD XIV ini seluruhnya berjumlah Rp4,01 miliar.

Bank Mayapada menggelar right issue ini guna memperkuat struktur permodalannya. Dengan modal yang tebal, Bank Mayapada dinilai dapat menambah kemampuannya untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja, serta daya saing di industri.

"Seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD XIV, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk untuk memperkuat struktur permodalan sebagai komponen modal inti dan modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit," tulis Manajemen MAYA dalam keterbukaan informasi beberapa waktu lalu.

Bank lainnya yakni PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) juga menggelar right issue sebanyak 9,48 miliar lembar. Manajemen BMAS menjelaskan right issue tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung kegiatan usaha dan kinerja. 

Seluruh dana hasil right issue setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dalam meningkatkan penyaluran jumlah kredit atau pinjaman, dan/atau investasi lainnya.

Lalu, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) pun telah mendapatkan restu untuk menjalankan aksi korporasi PMHMETD atau right issue sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo mengatakan aksi penambahan modal ini dilakukan sebagai salah satu upaya Bank Neo Commerce untuk terus adaptif terhadap perkembangan usaha, ekspansi bisnis yang berkelanjutan, serta menjaga daya saing yang sehat dan kuat. 

"Sebagai bank dengan layanan digital yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, Bank Neo Commerce berkomitmen untuk terus memberikan layanan perbankan berbasis digital yang lebih luas dan lebih lengkap kepada berbagai lapisan masyarakat di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu (10/8/2023).

PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo juga berencana menggelar right issue sebanyak 13,5 miliar lembar saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Manajemen Bank MNC menjelaskan seluruh dana yang diperoleh dari rights issue, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan seluruhnya digunakan untuk pemberian kredit dengan tetap memperhatikan ketentuan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM). Setelah right issue, permodalan bank pun diperkirakan menebal.

"Dengan adanya sejumlah saham baru yang diterbitkan dalam rangka PMHMETD, bagi pemegang saham perseroan yang tidak ikut berpartisipasi akan mengalami penurunan atau dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan," tulis Manajemen Bank MNC di keterbukaan pada bulan lalu (13/9/2023).

Tidak hanya right issue, terdapat satu bank yang akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement akhir tahun ini, yakni CIMB Niaga.

Private placement ini direncanakan sebanyak-banyaknya 10,59 juta saham dengan nilai nominal sebesar Rp50 per saham. Perusahaan telah menggelar RUPSLB untuk meminta restu, namun tidak kourum. Selanjutnya perusahaan telah melayangkan pengumuman kedua untuk meminta restu pemegang saham.

Manajemen BNGA menjelaskan bahwa private placement yang akan digelar merupakan upaya pemenuhan Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. I-A. Dalam aturan tersebut, perusahaan tercatat mesti memiliki jumlah saham free float paling sedikit 50 juta saham dan paling sedikit 7,5 persen dari jumlah saham tercatat paling lambat 2 tahun sejak diterbitkannya perubahan terakhir atas Peraturan BEI No. I-A pada 21 Desember 2021.

Berikut jadwal right issue dan private placement bank jelang akhir 2023:

1. Bank Mayapada

Bank Mayapada telah menjadwalkan aksi right issue efektif pada 27 November 2023. Mengacu pada prospektus, berikut detail jadwal pelaksanaan right issue Bank Mayapada:

  • Tanggal RUPSLB: 2 Oktober 2023
  • Tanggal efektif: 27 November 2023
  • Tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD: 7 Desember 2023
  • Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan pasar negosiasi: 5 Desember 2023
  • Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar tunai: 7 Desember 2023
  • Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (ex-right) di pasar reguler dan pasar negosiasi: 6 Desember 2023
  • Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (ex-right) di pasar tunai: 8 Desember 2023
  • Tanggal distribusi HMETD: 8 Desember 2023
  • Tanggal pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia: 11 Desember 2023
  • Periode perdagangan HMETD: 11 – 15 Desember 2023
  • Periode pelaksanaan HMETD: 11 – 15 Desember 2023
  • Periode penyerahan saham baru hasil pelaksanaan HMETD: 13 – 19 Desember 2023
  • Tanggal akhir pembayaran pemesanan pembelian saham tambahan: 18 Desember 2023
  • Tanggal penjatahan pemesanan saham tambahan: 19 Desember 2023
  • Tanggal pembayaran penuh oleh prmbeli siaga: 20 Desember 2023
  • Tanggal pengembalian kelebihan uang pemesanan pembelian saham tambahan: 20 Desember 2023

2. Bank Maspion

  • Setelah mendapatkan restu right issue pada Juni 2023 melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Bank pun telah menetapkan jadwal right issue efektif pada bulan ini, 20 Oktober 2023. Adapun detail jadwal right issue Bank Maspion sebagai berikut:
  • Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB): 15 Juni 2023
  • Tanggal Efektif : 20 Oktober 2023
  • Tanggal Akhir Perdagangan Saham dengan HMETD (Cum-Right) Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 30 Oktober 2023
  • Tanggal Akhir Perdagangan Saham dengan HMETD (Cum-Right) Pasar Tunai: 1 November 2023
  • Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right) Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 31 Oktober 2023
  • Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right) Pasar Tunai: 2 November 2023
  • Tanggal Pencatatan (Recording Date) Untuk Memperoleh HMETD: 1 November 2023
  • Tanggal Distribusi HMETD: 2 November 2023
  • Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia: 3 November 2023
  • Periode Perdagangan HMETD: 3 – 9 November 2023
  • Periode Pelaksanaan HMETD: 3 – 9 November 2023
  • Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD: 7 – 13 November 2023
  • Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan: 13 November 2023
  • Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan: 14 November 2023
  • Tanggal Pembayaran Pembeli Siaga: 15 November 2023
  • Tanggal Pengembalian Uang Pesanan Saham Tambahan: 16 November 2023
Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper