Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Stimulus KUR Hingga UMi, Suku Bunga Pinjaman UMKM Masih Tinggi

OJK menilai ada sejumlah tantangan yang membuat suku bunga kredit UMKM tinggi. Padahal pemerintah telah menjalankan kebijakan holding UMi hingga KUR.
Ilustrasi kredit usaha rakyat (KUR)./ Dok. Freepik
Ilustrasi kredit usaha rakyat (KUR)./ Dok. Freepik

Bisnis.com, JAKARTA -- Suku bunga kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat masih tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ada sejumlah tantangan yang menengarai masih tingginya suku bunga kredit UMKM itu.

Seperti diketahui, untuk menekan bunga kredit UMKM, pemerintah telah menjalankan sejumlah strategi seperti pembentukan holding ultra mikro (UMi) hingga memberikan penjaminan pada kredit usaha rakyat (KUR).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan tantangan yang dihadapi dari penetapan suku bunga UMKM adalah kebutuhan akan kesiapan infrastruktur yang berpengaruh terhadap beban operasional. Dengan kondisi demikian, OJK mendorong sinergi bank dalam penyediaan sarana pendukung yang dapat digunakan bersama, termasuk pemanfaatan teknologi. 

"Selain itu, OJK telah menetapkan kebijakan agar bank melaporkan suku bunga dasar kredit sehingga masyarakat dapat mengetahui besaran suku bunga yang ditetapkan oleh perbankan termasuk pada segmen mikro," ujar Dian dalam jawaban tertulis beberapa waktu lalu. 

Adapun, berdasarkan laporan asesmen Bank Indonesia (BI), suku bunga kredit UMKM terpantau terus merangkak pada tahun ini. Pada Agustus 2023, suku bunga kredit UMKM mencapai level 11,1%, naik 13 basis poin (bps) dari level bulan sebelumnya 10,97%. Dalam setahun, suku bunga kredit UMKM melesat 88 bps.

Sementara segmen mikro mencatatkan suku bunga kredit paling tinggi. Per Agustus 2023, suku bunga kredit mikro mencapai 12,92%, naik dari bulan sebelumnya 12,83%. Dalam setahun, suku bunga kredit mikro telah merangkak naik 117 bps.

Tingginya suku bunga kredit UMKM ini sejalan dengan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) yang juga lebih tinggi dibandingkan segmen kredit lainnya. "Tingkat NPL kredit UMKM secara umum masih di atas agregat NPL, mencerminkan tantangan yang masih dihadapi oleh segmen UMKM dibandingkan segmen kredit lainnya," tulis laporan asesmen BI.

NPL kredit UMKM mencapai level 3,99% pada Agustus 2023, di atas level NPL industri perbankan di level 2,5%.

Adapun, nilai kredit UMKM sendiri telah mencapai Rp1.322,2 triliun pada Agustus 2023, naik 8,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara porsi kredit UMKM ini masih tergolong rendah, yakni 19,7% terhadap keseluruhan kredit.

Padahal, pemerintah awalnya menargetkan porsi kredit UMKM bisa mencapai 30% pada 2024. Namun, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Teten Masduki pesimis target 30% porsi kredit UMKM akan tercapai.

"Tidak akan tercapai, paling bisa sampai 24 persen. Tapi dari sana bisa ada evaluasi, harus diubah pendekatannya," katanya di acara BNI UMKM Festival pada Agustus lalu (8/8/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper