Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mandiri (BMRI) Berbagi Ramalan Bisnis Bank Tahun Pemilu 2024

Ada sejumlah aspek yang dijadikan pertimbangan arah bisnis tahun pemilu 2024 Bank Mandiri.
Nasabah melakukan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (4/1/2023). /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (4/1/2023). /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi perbankan Indonesia pada tahun depan dibayang-bayangi kekhawatiran mulai dari ketidakpastian global hingga tren suku bunga tinggi. Meski begitu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memproyeksikan kinerja bisnis bank pada tahun pemilu 2024 masih tetap moncer. 

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan untuk arah bisnis tahun depan, saat ini BMRI sedang melakukan proses penyusunan rencana bisnis bank (RBB) yang akan diajukan ke OJK pada November 2023. Menurutnya, ada sejumlah aspek yang menjadikan pertimbangan arah bisnis 2024.

"Aspek penting adalah outlook makro ekonomi, regulator dan ekonom masih mencermati ketidakpastian global, kebijakan higher for longer [suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama], hingga ketegangan geopolitik," ujarnya dalam paparan kinerja pada Senin (30/10/2023).

Meski begitu, dia optimistis kinerja bank masih moncer pada 2024. "Kami memiliki postur keuangan yang masih bisa tumbuh di atas industri, jadi proyeksi kinerja masih meningkat tahun depan," tutur Sigit.

Adapun, dalam menghadapi tantangan tahun depan Bank Mandiri akan terus menjalankan strategi bisnis yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. "Kami menyasar segmen wholesale, tumbuh berbasis ekosistem, dan memperkuat dana murah [current account saving account]," ungkap Sigit.

Menurut Sigit, hingga akhir tahun ini, Bank Mandiri juga optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya. Dari sisi profitabilitas, pada kuartal III/2023 Bank Mandiri telah menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di level 5,93%.

"Untuk jaga NIM stabil potensi kenaikan biaya dana [cost of fund/CoF] diimbangi pangsa transaksional di Livin' dan Kopra," katanya.

Adapun, Bank Mandiri telah meraup laba bersih Rp39,1 triliun pada kuartal III/2023, naik 27,4% secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp 1.315,92 triliun pada September 2023 dari posisi setahun sebelumnya sebesar Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% yoy.

“Dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah. Terutama dengan mendorong sektor yang prospektif di setiap wilayah,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

Total aset konsolidasi Bank Mandiri pun menembus Rp2.007 triliun per September 2023 atau tumbuh 9,11% yoy.

Sementara total dana pihak ketiga (DPK) secara konsolidasi Bank Mandiri tumbuh positif 6,6% yoy dari Rp1.361,3 triliun di September 2022 menjadi Rp1.451,7 triliun di akhir September 2023 yang ditopang oleh dana murah. Total dana murah Bank Mandiri menembus Rp1.070 triliun, naik 12,8% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper