Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Membesar, Reasuransi Grup Salim Siapkan Injeksi Modal

Reasuransi milik Grup Salim, Inare menyiapkan injeksi modal pada 2024 untuk memburu bisnis lebih besar pada tahun.
Presiden Direktur Ina Re Harianto Solichin (kanan) dan Komisaris Utama Firdaus Djaelani di Jakarta, Senin (20/11/2023)./Bisnis - Pernita H.
Presiden Direktur Ina Re Harianto Solichin (kanan) dan Komisaris Utama Firdaus Djaelani di Jakarta, Senin (20/11/2023)./Bisnis - Pernita H.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (Inare) mengungkap kemungkinan penambahan modal pada 2024. Perseroan sudah memasukan aksi penambahan modal tersebut dalam rencana bisnis kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Tahun depan ada penambahan modal, besarnya mungkin kami ajukan Rp300—400 miliar antara kuartal I dan II 2023,” kata Direktur Financial, IT,& HR Inare Meigi Kei kepada Bisnis, pekan lalu (22/11/2023). 

Presiden Direktur Inare Harianto Solichin mengatakan penambahan modal tersebut untuk mendukung bisnis perseroan. Pasalnya bisnis perusahaan diproyeksikan akan semakin besar ke depan, sehingga modalnya harus dinaikkan. 

Inare memproyeksikan tahun depan, premi perusahaan akan bertumbuh double digit sekitar Rp500 miliar. Sementara itu pada Oktober 2023, premi perusahaan mencapai Rp407 miliar. Pada akhir 2023, premi ditargetkan bisa mencapai Rp420 miliar. 

Penambahan modal tersebut juga dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru terkait penambahan modal. Meskipun belum pasti nominalnya, perusahaan reasuransi dikabarkan harus memiliki modal sebanyak Rp1 triliun pada 2026, dan Rp2 triliun pada 2028. 

Rencana peningkatan modal oleh regulator tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan industri asuransi dan reasuransi. “Jadi banyak yang harus kami lakukan,” kata Harianto. 

Untuk saat ini posisi ekuitas perusahaan mencapai Rp326,8 miliar pada Oktober 2023. Angka tersebut meningkat 7,53% dari sebelumnya Rp303,9 miliar pada Oktober 2022. 

Inare dimiliki oleh dua entitas yakni PT Bakti Nusa Bangsa dan PT Bakti Nusa Jayasentosa yang masing-masing sahamnya 50%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper