Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasca Merger dengan SMBC, Portofolio Kredit Bank BTPN Menyebar

Bank BTPN menyebutkan saat ini portofolio kredit pensiunan yang mereka miliki menjadi 17% dari sebelumnya hingga 85%.
Direktur Utama PT Bank BTPN Tbk. Henoch Munandar (kiri) menyampaikan paparan disaksikan Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto (kanan) saat kunjungan BTPN ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (14/8/2023)./Bisnis - Arief Hermawan P
Direktur Utama PT Bank BTPN Tbk. Henoch Munandar (kiri) menyampaikan paparan disaksikan Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto (kanan) saat kunjungan BTPN ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (14/8/2023)./Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, BANDUNG — PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) menyebut mengalami diversifikasi portofolio seiring merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar mengatakan setelah merger dengan SMBC pada Februari 2019, pangsa pensiun persentase pensiun BTPN turun menjadi sekitar 17%. Seperti diketahui, sebelumnya BTPN identik dengan pensiunan.

“Kalau dulu [persentase pensiun] awal BTPN sebelum merger pernah mencapai 85%. Jadi itu menggambarkan bahwa diversifikasi portofolio sudah berjalan dengan adanya merger,” kata Henoch dalam Media Gathering Bank BTPN di Bandung, Kamis (30/11/2023).

Henoch menjelaskan bahwa dalam 5 tahun terakhir, persaingan di pasar pensiun berkembang pesat dengan hadirnya pemain-pemain baru. Meski demikian, hadirnya pemain baru di bisnis pensiunan merupakan hal yang lumrah.

“Bukan karena BTPN mengalihkan business model-nya dari pensiun, tetapi karena persaingan. Tapi kami komit untuk melayani dengan lebih baik lagi, salah satunya adalah dengan digitalisasi dan kemudahan,” ungkapnya.

Jika dilihat dari aktivitas kantor cabang, Henoch menyebut para pensiunan di rentang usia 80 tahun ditemani oleh anak dan cucu untuk mengambil uang purna bakti. Saat ini, Henoch mengungkapkan kondisi pensiunan baru sudah berbeda, yakni berumur 58 tahun namun sudah terbiasa menggunakan aplikasi.

“Pada saat ini, sebenarnya pensiunanan bukan hal yang aneh menggunakan smartphone dan aplikasi, mereka sudah tahu bahwa ke depan untuk transfer tidak perlu naik angkot, [untuk itu] BTPN menyiapkan aplikasi yang khusus [pensiun],” tuturnya.

Meski pangsa pasar pensiunan yang dimiliki BTPN semakin menipis, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaru kepada para nasabah, termasuk rencana mengembangkan aplikasi untuk para pensiunan.

Ke depan, Henoch menyatakan bahwa Bank BTPN akan tetap memperluas segmen yang masih besar, mulai dari consumer finance, SME, commercial, hingga personal needs.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper