Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jurus Bank AMAR Manfaatkan AI Dongkrak Cuan Akhir Tahun

Emiten bank digital, PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) fokus pada strategi mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten bank digital, PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) fokus pada strategi mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mendongrkak kinerja bisnis sepanjang kuartal IV/2023.

Presiden Direktur Bank Amar Indonesia Vishal Tulsian menjelaskan bahwa strategi itu telah terbukti membawa dampak positif dari sisi konsistensi pertumbuhan kinerja keuangan selama setahun belakangan. 

AMAR mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih yang konsisten, mencetak pertumbuhan laba bersih, hingga mempertahankan penyaluran kredit yang stabil, kendati menghadapi kondisi ekonomi makro yang terbilang menantang.

"Berkat AI dan machine learning, kami punya kelebihan untuk mampu membuat solusi inovatif untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen. Itulah kenapa kami tidak bermain di produk-produk tradisional, melainkan produk yang lebih fleksibel," ujarnya ketika ditemui Bisnis dan beberapa media di kantor AMAR baru-baru ini, dikutip Rabu (13/12/2023).

Sebagai contoh, dalam penyaluran kredit, AMAR fokus memperkuat platform Tunaiku. Berkat platform khusus layanan pinjaman digital itu, pertumbuhan kredit AMAR meningkat menjadi sebesar Rp2,5 triliun, naik 10,63% secara kuartal dan tumbuh 15,56% secara tahunan. 

Vishal mengungkap bahwa mayoritas pelanggan pinjaman digitalnya itu merupakan micro entrepreneur berbasis di Jabodetabek dan Surabaya, dalam rangka kredit modal kerja. AMAR pun tengah mencoba berekspansi ke segmen serupa dari kota/kabupaten Tier II dan III pada akhir tahun ini.

Selain soal penyaluran kredit, Vishal menambahkan bahwa pengembangan AI dan machine learning juga berperan dalam meningkatkan rasio dana murah alias current account saving account (CASA).

"Pada aplikasi kami, AI akan memberikan fitur-fitur keterangan yang bisa membantu perencanaan keuangan, terutama buat anak muda. Misalnya, ketika mereka butuh mengerem pengeluaran, atau ketika mereka butuh memisahkan tabungan khusus jangka panjang," tambahnya.

Sekadar info, aplikasi Amar Bank dan inovasi brankas meningkatkan pertumbuhan rasio CASA. Pertumbuhan rasio CASA secara YoY turut meningkat hingga 24,21%. Pertumbuhan CASA yang konsisten diharapkan dapat menurunkan Cost of Funds (CoF) Amar Bank secara berkala. 

Keberhasilan strategi Amar Bank untuk mengurangi high-cost funds tercermin dari aplikasi perbankan digital Amar Bank, yang sudah diunduh lebih dari 500.000 kali. Selain itu, fitur tabungan digital terbaru Brankas dari Amar Bank, sebuah inovasi yang memanfaatkan teknologi AI untuk memberikan perlindungan penuh pada aset nasabah, juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan CASA.

CASA diprediksi tumbuh secara moderat dengan CAGR 9,0% dari tahun 2023 hingga 2027. Menurut Vishal, sebagai trailblazing digital bank yang memanfaatkan teknologi terbaru untuk memberikan solusi keuangan, Amar Bank berkomitmen menghadirkan layanan keuangan digital yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan mendukung UMKM. 

Adapun, Amar Bank berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih secara year-on-year (YoY) sebesar 193,81% menjadi Rp162 miliar per kuartal III/2023. Meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun 2022 yang mencatatkan rugi Rp172,87 miliar.

Sejumlah catatan pun dikeluarkan tiga sekuritas terkait kinerja Amar Bank tersebut. Ketiga sekuritas itu antara lain, NH Korindo Sekuritas Indonesia (NKHSI), Reliance Sekuritas Indonesia, dan Sinarmas Sekuritas. 

Secara quartal-on-quartal (QoQ), AMAR mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 52,43% menjadi Rp77,14 miliar pada kuartal III/2023 atau terdapat peningkatan dari kuartal II/2023 sebesar Rp50,61 miliar. 

Secara spesifik, Reliance Sekuritas mencatatkan laba bersih Amar Bank pada akhir tahun 2023 ini mampu melampaui estimasi yang ditargetkan sebelumnya sebesar Rp84,9 miliar. 

Lebih jauh, pendapatan bunga bersih Amar Bank secara YoY meningkat 28,29% menjadi Rp643,84 miliar per kuartal III/2023, atau kenaikan secara QoQ sebesar 16,06% menjadi Rp243,43 miliar. 

Dua faktor pendorong berasal dari pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 15,56% YoY dan penurunan signifikan pada beban bunga sebesar 48,92% YoY atau sebesar Rp52,92 miliar, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 sebesar Rp106,61 miliar. Bahkan secara kuartal, beban bunga turun 21,26% menjadi Rp15,14 miliar di kuartal III/2023 dibandingkan dengan Rp19,23 miliar pada kuartal II/2023. 

Dalam menjaga pertumbuhan ini, Amar Bank tetap fokus pada penerapan strategi yang tepat serta mengedepankan prinsip kehati-hatian. Terbukti dari tingkat non-performing loan (NPL) yang turun 28 Bps QoQ menjadi 1,56% di kuartal III/2023. Sebagai platform pinjaman digital, Tunaiku berkontribusi dalam penyaluran kredit terbesar dengan menyumbang sebanyak 57,9% pada kuartal III/2023 dari keseluruhan pinjaman. 

Selain itu, Amar Bank juga fokus dalam peningkatan kontribusi segmen kredit pada business banking.Tiga sekuritas tersebut memberikan proyeksi terhadap target harga saham AMAR.

Reliance Sekuritas merujuk pada kinerja Amar Bank yang melebihi ekspektasi menetapkan harga saham AMAR sebesar Rp418 per saham dengan rekomendasi BUY. Sinarmas Sekuritas dalam laporannya juga mencatatkan AMAR berhasil berkinerja di atas ekspektasi sehingga tetap mempertahankan rating harga BUY saham Amar di Rp410. 

Lebih lanjut, NHKSI merekomendasikan harga saham AMAR Rp400 per saham dengan melakukan pendekatan valuasi Forward PBV Ratio. NHKSI menyoroti berbagai faktor pendukung rekomendasi antara lain pengembangan dan penerapan Collaborative Embedded Banking & Financing yang mendorong pertumbuhan kredit Amar Bank mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir (2020-2023).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper