Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Shandong Heavy Industry Group Rogoh Rp274 Miliar untuk 40% Saham MNC Leasing

Shandong Heavy Industry Group (SHIG) melalui anak perusahaannya SINOTRUK akan memiliki 40% saham MNC Leasing senilai Rp274 miliar.
Penandatanganan perjanjian joint venture Shandong Heavy Industry Group (SHIG) melalui anak perusahaan, SINOTRUK dengan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) untuk kepemilikan saham di MNC Leasing/Istimewa
Penandatanganan perjanjian joint venture Shandong Heavy Industry Group (SHIG) melalui anak perusahaan, SINOTRUK dengan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) untuk kepemilikan saham di MNC Leasing/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan manufaktur alat berat dan truk terbesar di China, Shandong Heavy Industry Group (SHIG) melalui anak perusahaannya SINOTRUK mengumumkan telah menandatangani perjanjian joint venture dengan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) untuk kepemilikan saham di MNC Leasing.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan dengan adanya perjanjian joint venture ini, maka SINOTRUK akan memiliki 40% saham MNC Leasing, perusahaan pembiayaan alat berat dan truk di bawah MNC Group.

Untuk kepemilikan di MNC Leasing, SINOTRUK mengeluarkan dana sebesar Rp274 miliar. Nilai ini setara valuasi 2x Book Value yang terbagi menjadi 20% saham lama yang dimiliki oleh BCAP dan penerbitan saham baru sebesar 20%.

“Dana yang didapat dari penerbitan saham baru ini akan digunakan untuk pengembangan jaringan kantor MNC Leasing, terutama di sekitar area pertambangan, agar lebih dekat dengan pelaku bisnis alat berat,” kata Hary dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (23/1/2024).

Hary menjelaskan aksi investasi joint venture ini juga akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Nantinya, SINOTRUK akan mampu memperkuat bisnis penjualan alat berat dan truknya di Indonesia. Dalam hal ini, lanjut Hary, MNC Leasing akan menjadi mitra strategis untuk menyediakan pembiayaan kepada pelanggannya.

Di sisi MNC Leasing, investasi ini akan memperkuat struktur permodalan dan membuka peluang untuk mendapatkan tambahan pendanaan dari mitra internasional. MNC Leasing juga akan mendapatkan pelanggan baru yang datang dari SINOTRUK.

Adapun setelah penandatanganan perjanjian, investasi ini masih memerlukan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diharapkan akan didapatkan dalam waktu enam bulan ke depan.

Dengan adanya pemegang saham baru, MNC Leasing akan merubah jajaran manajemen. Perinciannya, dua direktur dan satu komisaris dari SINOTRUK akan bergabung ke tim.

Selanjutnya, MNC Leasing akan fokus pada kolaborasi aktif dengan merek alat berat dan truk di bawah SINOTRUK, terutama untuk pembiayaan ke sektor pertambangan.

Dia menambahkan bahwa pihaknya meyakini MNC Leasing dan SINOTRUK sebagai mitra strategis memiliki potensi yang luar biasa untuk memenangkan pasar.

“Dengan investasi ini, MNC Leasing dapat tumbuh menjadi perusahaan pembiayaan terbesar Indonesia. Kami, MNC Group juga akan terus mendukung dan berbagi nilai kolaborasi signifikan kepada SINOTRUK sehingga bisa maju bersama secara berkelanjutan,” pungkas Hary.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper