Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Digitalisasi Pesat, Transaksi ATM di BRI, Bank Mandiri Cs Kian Ditinggalkan

Jumlah ATM, CDM, dan CRM di Indonesia pada kuartal III/2023 mencapai 92.829, susut 1.006 unit dalam setahun.
Nasabah bertransaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Center, Jakarta, Minggu (30/10). /Bisnis-Abdurachman
Nasabah bertransaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Center, Jakarta, Minggu (30/10). /Bisnis-Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah ATM dan transaksi menggunakan kartu ATM oleh nasabah perbankan kian menyusut. Hal ini terjadi seiring dengan pesatnya digitalisasi.

Berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah ATM, CDM, dan CRM di Indonesia pada kuartal III/2023 mencapai 92.829, susut 1.006 unit dalam setahun atau dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 93.835 unit. 

Transaksi menggunakan kartu ATM pun turun. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun, turun sebesar 0,81% secara tahunan (year on year/yoy).

Di sejumlah perbankan, jumlah ATM dan transaksi ATM juga sudah menyusut. Di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) misalnya transaksi di ATM BRI mengalami penurunan 14% yoy.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto mengatakan penurunan transaksi ATM ini terutama terjadi untuk transaksi tarik tunai. Namun aktivitas setor tunai melalui mesin CRM BRI meningkat seiring peningkatan perbaikan bisnis proses. 

"Penyebab turunnya tarik tunai di ATM ini salah satunya disebabkan oleh makin terbiasanya masyarakat bertransaksi melalui BRImo dan channel digital," kata Andrijanto kepada Bisnis, Rabu (24/1/2024).

Faktor lain yang membuat ATM BRI transaksinya menurun yakni makin luasnya jangkauan AgenBRILink.

Andrijanto mengatakan untuk tahun ini, BRI juga memproyeksikan transaksi di ATM akan menurun 10%. "Hal ini mengingat shifting perilaku yang terjadi di masyarakat serta berbagai inisiatif penguatan platform digital yang berdampak pada shifting dari transaksi cash menjadi cashless," katanya. 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mencatatkan penurunan jumlah ATM sebanyak 44 unit, dari 13.076 unit pada kuartal III/2022, menjadi 13.032 unit pada kuartal III/2023.

Senior Vice President Transaction Bank Retail Sales Group Bank Mandiri Thomas Wahyudi sebelumnya mengatakan tren penyusutan transaksi memakai kartu, termasuk di ATM itu terjadi seiring pesatnya digitalisasi.

"Tren [transaksi digital] ini juga cukup berkembang, terlihat dari pertumbuhan transaksi cardless yang relatif tinggi," ujarnya pada beberapa waktu lalu.

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penurunan jumlah transaksi ATM 16,13% yoy pada kuartal III/2023 menjadi 884 juta kali transaksi. Sementara, volume transaksi ATM mencapai Rp479 triliun pada kuartal III/2023, turun 6,81% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper