Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Klaim Asuransi Jiwa Tahun Lalu Susut 1,5% jadi Rp160,07 Triliun

Total klaim dan manfaat yang dibayarkan asuransi jiwa sepanjang 2024 tersebut diberikan kepada 9,08 juta orang.
Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Senin (28/10/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Senin (28/10/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa sepanjang 2024 turun tipis sebesar 1,5% year on year (yoy) menjadi Rp160,07 triliun.

Secara tren, klaim dan manfaat asuransi jiwa mengalami penurunan sejak 2022. Pada 2022, total klaim dan manfaat asuransi jiwa tercatat sebesar Rp174,65 triliun, kemudian kontraksi 6,9% yoy menjadi Rp162,52 triliun pada 2023, dan kembali turun 1,5% yoy menjadi Rp160,07 triliun pada 2024.

Fauzi Arfan, Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, GCG AAJI memaparkan bahwa total klaim dan manfaat yang dibayarkan asuransi jiwa sepanjang 2024 tersebut diberikan kepada 9,08 juta orang.

"Penurunan total klaim ini didorong oleh penurunan klaim pada nilai tebus atau surrender sebesar 13,3% menjadi Rp77,15 triliun dibanding Rp88,97 triliun pada 2023," kata Fauzi dalam konferensi pers kinerja asuransi jiwa 2024 di kantor AAJI, Jakarta (28/2/2025).

Fauzi merinci, klaim surrender tersebut didominasi oleh produk unit link sebesar 74,5% sementara sisanya dari produk tradisional.

Dari komponen klaim lainnya, untuk klaim akhir kontrak pada 2024 tumbuh 13,9% yoy menjadi Rp18,30 triliun sedangkan untuk klaim partial withdrawal juga tumbuh 17% yoy menjadi Rp19,87 triliun.

"Klaim akhir kontrak naik artinya pemegang polis kita stay sampai akhir kontrak. Klaim surrender turun ini indikasi perbaikan industri karena menurun, ini menunjukkan bahwa semakin banyak pemegang polis yang percaya dengan industri sehingga masih tetap sebagai pemegang polis," terangnya.

Komponen lainnya, klaim dari pemegang polis meninggal dunia sepanjang 2024 tercatat tumbuh 2,6% yoy menjadi Rp11,29 triliun. Sementara klaim kesehatan tumbuh 16,4% yoy menjadi Rp24,18 triliun. Sisanya, klaim lain-lain tumbuh 6,2% yoy menjadi Rp9,28 triliun.

"Industri asuransi jiwa masih terus berjuang dengan klaim kesehatan yang meningkat akibat inflasi medis yang cukup tinggi di 2023," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper