Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUU PERASURANSIAN: Pemerintah Beri Sinyal Asing Tetap Bisa Mayoritas

Pemerintah memberi sinyal tetap mengizinkan asing menguasai mayoritas saham perusahaan asuransi di Indonesia.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 15 September 2014  |  20:37 WIB
RUU PERASURANSIAN: Pemerintah Beri Sinyal Asing Tetap Bisa Mayoritas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah memberi sinyal tetap mengizinkan asing menguasai mayoritas saham perusahaan asuransi di Indonesia.

Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengemukakan keberlangsungan industri asuransi di Tanah Air menjadi fokus utama pemerintah. Modal menjadi kebutuhan paling penting.

"Kami juga tidak menutup mata kalau industri asuransi mau berjalan sebaik-baiknya, dia butuh modal besar dan kuat. Dan, itu bisa datang dari domestik atau asing," katanya seusai rapat kerja penyampaian laporan Panja RUU Perasuransian, Senin (15/9/2014).

Meskipun demikian, Chatib belum mau mengungkap seberapa besar porsi kepemilikan asing yang akan diizinkan pemerintah setelah revisi UU No 2/1992 tentang Usaha Perasuransian itu disahkan.

Saat ini, sesuai PP No 73/1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, asing dipersilakan memiliki perusahaan asuransi di Indonesia maksimum 80%.

Adapun pascapengesahan RUU Perasuransian, pemerintah harus menyusun PP yang di dalamnya mengatur pembatasan kepemilikan badan hukum asing secara kuantitatif, sebagaimana diatur dalam penjelasan pasal 7 ayat (3) draf beleid itu.

Meskipun demikian, RUU itu menyebutkan pembatasan secara kuantitatif membutuhkan fleksibilitas guna menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan dan ketersediaan dana dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepemilikan asing industri asuransi panja ruu perasuransian ruu perasuransian
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top