Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR Panggil OJK & BNI Bahas Pinjaman dari China Development Bank

Komisi XI menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk dan Otoritas Jasa Keuangan dengan agenda pembahasan kinerja perseroan selama 2017, target kinerja 2018 serta utilisasi pinjaman dari China Development Bank (CDB).
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 22 Januari 2018  |  16:18 WIB
DPR Panggil OJK & BNI Bahas Pinjaman dari China Development Bank
Bank BNI - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi XI menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk dan Otoritas Jasa Keuangan dengan agenda pembahasan kinerja perseroan selama 2017, target kinerja 2018 serta utilisasi pinjaman dari China Development Bank (CDB).

Rapat yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB di Kompleks Gedung DPR, Senayan, Senin (22/1/2018), dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI Achmad Hafisz Tohir dari Fraksi PAN  dan diikuti sejumlah anggota komisi.

Di sisi pemerintah, hadir Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana.

Sedangkan dari pihak BNI dihadiri Direktur Utama Bni Achmad Baiquni, Direktur BNI Rico Rizal Budidarmo, Direktur BNI Anggoro Eko Cahyo dan anggota direksi lainnya.

“Kita tahu tiga bank BUMN kita, termasuk BNI pernah mendapatkan pinjaman dari China Development Bank masing-masing sebesar ekuivalen US$ 1 miliar dengan tenor10 tahun. Sebanyak 30% dari total utang berdenominasi Renminbi,” kata Achmad Hafisz saat membuka rapat.

DPR meminta bank pelat merah tersebut untuk menjelaskan penggunaan dana pinjaman untuk sektor infrastruktur, industri dan perdagangan.

“Kami ingin mendengar tentang total pinjaman, jangka waktu, suku bunga dan lain-lain,” tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr Pinjaman CDB
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top