Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Premi Asuransi Pengangkutan Diproyeksi Terpengaruh Kewajiban Ini

Masa transisi penerapan kewajiban asuransi nasional dalam ekspor CPO (Crude Palm Oil) dan batu bara diyakini bakal mempengaruhi estimasi pertumbuhan premi asuransi pengangkutan pada 2018.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 10 April 2018  |  23:47 WIB
Kelapa sawit. - Bloomberg/Taylor Weidman
Kelapa sawit. - Bloomberg/Taylor Weidman

Bisnis.com, JAKARTA - Masa transisi penerapan kewajiban asuransi nasional dalam ekspor CPO (Crude Palm Oil) dan batu bara diyakini bakal memengaruhi estimasi pertumbuhan premi asuransi pengangkutan pada 2018.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia membuat estimasi pertumbuhan premi asuransi pengangkutan sebesar 10% pada tahun ini. Perkiraan ini dengan memperhitungkan potensi premi yang dapat digarap perusahaan perasuransian nasional sesuai Permendag Nomor 82 Tahun 2017.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyampaikan, berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan AAUI pada pekan lalu, pelaksanaan asuransi nasional untuk ekspor batu bara dan minyak sawit tetap berlaku sesuai rencana. Namun, perlu ada masa transisi agar eksportir dapat menyesuaikan kontrak perdagangan yang telah berjalan dengan pembelinya. Masa transisi diperkirakan sekitar 3 bulan.

"Setahu saya [pelaksanaan asuransi nasional] rencananya bulan Mei," katanya, pada Senin (9/4/2018).

Menurutnya, masa transisi ini akan memengaruhi estimasi pertumbuhan premi lini bisnis asuransi pengangkutan yang semula dipasang 10% pada tahun ini. Meski demikian, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Perdagangan terkait pelaksanaan asuransi nasional tersebut. Ada kemungkinan pengumuman pelaksanaan asuransi nasional akan dilakukan bersamaan dengan penundaan kewajiban menggunakan angkutan laut nasional.

"Yang jelas target penerimaan premi di 2018 akan berbeda karena tidak dimulai Januari," imbuhnya.

Saat ini, asosiasi sedang berkoordinasi dengan semua anggota yang menerbitkan asuransi pengangkutan agar jaminan polis sesuai dengan risiko yang diminta, serta tarif premi asuransi tidak memberatkan tertanggung maupun penanggung.

"Prinsipnya asuransi nasional akan siap untuk mengcover asuransi pengangkutan tersebut," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aaui
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top