Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengembang Perumahan Masih Andalkan Pinjaman Bank

Bisnis.com, JAKARTA Perbankan terus menjadi sumber dana andalan bagi para pengembang properti dalam membiayai kebutuhan pembangunan suatu proyek hunian.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 25 Juni 2018  |  16:11 WIB
Pengembang Perumahan Masih Andalkan Pinjaman Bank
perumahan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan terus menjadi sumber dana andalan bagi para pengembang properti dalam membiayai kebutuhan pembangunan suatu proyek hunian.

Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) yang dilansir Bank Indonesia mencatat sepanjang kuartal I/2018 , komposisi pembiayaan yang digunakan oleh pengembang properti sebesar 31,87% berasal dari bank. Sumber terbesar lainnya tetap dari kocek internal 57,84%.

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Budi Satria mengatakan, sikap bank dalam memperlakukan pengembang properti berbeda satu dengan yang lain. “Ini berdasarkan risiko yang diindentifikasi bank dan akan diwujudkan dalam persyaratan untuk memastikan kredit akan berjalan baik,” ucapnya kepada Bisnis,  Senin (25/6/2018).

BTN mengaku memiliki metode penilaian untuk menentukan risiko dari suatu kredit kepada pengembang properti. Dengan mengkaji berbagai potensi risiko kredit yang ada, bank selanjutnya membuat syarat tertentu untuk memastikan kredit berjalan baik.

Budi mengimbuhkan, ukuran bahwa suatu penyaluran kredit kepada pengembang properti berjalan baik ialah debitur mampu menyelesaikan kewajibannya kepada bank. Intinya, tutur dia, perbedaan persyaratan kredit akan diterapkan sesuai dengan risiko yang dapat diidentifikasi.

“[Fokus utama dalam memitigasi risiko] itu ya pasti dari segi kelayakan proyeknya, legalitas lahan, dan proyeknya secara keseluruhan,” katanya.

SSKI BI juga mencatat bahwa sepanjang per Maret tahun ini penyaluran kredit konstruksi perumahan tumbuh 10,65% (year on year) menjadi Rp47,97 miliar. Adapun, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan / NPL) di segmen ini tercatat 3,80%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn properti
Editor : Farodilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top