Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AAUI Tindaklanjuti Rencana Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) tengah menindaklanjuti rencana pembentukan konsorsium untuk perlindungan Asuransi Barang Milik Negara (ABMN).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 06 November 2018  |  16:05 WIB
Karyawan berdiri di dekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat
Karyawan berdiri di dekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) tengah menindaklanjuti rencana pembentukan konsorsium untuk perlindungan Asuransi Barang Milik Negara (ABMN).
 
Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyatakan pihaknya sedang menindaklanjuti rencana pembentukan konsorsium dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencana pembentukan konsorsium memang menjadi usulan asosiasi sejak awal mengingat nilai aset BMN yang besar. Untuk itu, AAUI akan membahasnya secara intensif dengan DJKN dan OJK.

Salah satu poin yang juga tengah dibahas yakni kriteria perusahaan yang dapat terlibat dalam konsorsium. Masih belum dapat disampaikan apakah kriteria tersebut berdasarkan jumlah aset perusahaan.
 
"Nah, kriteria itu yang mau didiskusikan dengan OJK," ungkapnya, Selasa (6/11/2018). 
 
ABMN, yang akan dimulai pada tahun depan, diyakini bakal menopang pertumbuhan ke depannya. AAUI memproyeksi perolehan premi masih dapat tumbuh 10% pada tahun depan, sama dengan proyeksi pertumbuhan 2018.
 
Di samping membahas rencana pembentukan konsorsium untuk asuransi barang milik negara, AAUI juga tengah berkoordinasi dengan OJK terkait aturan engineering fee pada perusahaan asuransi umum.

Pada kegiatan "Indonesia Rendezvous 2018", pelaku usaha asuransi umum menyepakati komitmen untuk mengatur engineering fee yang saat ini tidak terkendali sehingga menggerus pendapatan perusahaan. 
 
"Itu [engineering fee] juga sedang ditindaklanjuti, baik di internal AAUI maupun koordinasi dengan OJK. Mudah-mudahan sesuai dengan tenggat waktu [akhir tahun] yang telah disampaikan oleh ketua AAUI di Bali," imbuh Dody.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aaui barang milik negara
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top