Bank Kaltimtara Raup Laba Rp630,14 Miliar

Bank Kaltimtara berhasil membukukan laba kotor senilai Rp630,147 miliar hingga kuartal III/2018 di mana sudah tercapai 94,17% dari target tahun ini senilai Rp669 miliar.
Rachmad Subiyanto | 06 November 2018 15:17 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara) berhasil membukukan laba kotor senilai Rp630,147 miliar hingga kuartal III/2018 di mana sudah tercapai 94,17% dari target tahun ini senilai Rp669 miliar.

Pemimpin Sekretariat Perusahaan Bank Kaltimtara, Abdul Haris Sahilin mengatakan pencapaian ini sejalan dengan rencana bisnis perusahaan. “[Apabia] dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu ada pertumbuhan sebesar 9,48% (yoy),” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (6/11/2018).

Dia menambahkan pada kuartal III/2017, Bank Kaltimtara mencatatkan laba kotor senilai Rp575,589 miliar. Pada akhir 2017, peseroan menutup kinerja laba kotor senilai Rp642 miliar.

Selain itu, papar Haris, pertumbuhan juga terjadi pada dana pihak ketiga (DPK) yang saat ini sudah mencapai Rp21,001 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp19,32 triliun, atau tumbuh sebesar 8,7% (yoy). Sementara untuk aset, perseroan mencatat saat ini sudah mencapai Rp26,299 triliun atau tumbuh 4,07%. “Adapun untuk kredit, hingga akhir Oktober 2018 tercatat senilai Rp13,726 triliun,” katanya. 

Untuk menghadapi tahun depan, pihaknya sedang menyusun strategi agar kinerja bisnis dapat terus meningkat. Kendati masih belum final, Haris menyebut perseroan berencana menjalankan layanan internet banking pada April 2019. 

“Terkait dengan peningkatan IT kami termasuk internet banking saat ini sedang progress. Rencananya April 2019 [layanan internet banking] sudah bisa live,” tuturnya. 

Perseroan saat ini juga melakukan pendekatan kepada pemegang saham untuk meningkatkan modal disetor agar perseroan dapat meningkatkan kelasnya untuk masuk ke dalam kategori BUKU III.

Saat ini, modal disetor Bank Kaltimtara sudah mencapai Rp3,2 triliun. Pemprov Kaltim menjadi pemegang saham terbesar dengan 37,25% disusul Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 13,93% dan Kabupaten Berau (9,35%).

Sebelumnya, Haris menyebutkan untuk tahun ini sudah ada realisasi tambahan setoran modal dari Pemprov Kalimantan Utara sebesar Rp20 miliar dari rencana Rp50 miliar hingga akhir tahun.

Dia mengatakan tambahan modal itu akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pembangunan gedung kantor serta penambahan penyaluran kredit. Sementara pada tahun mendatang perseroan juga akan tetap memasukkan rencana penambahan modal yang saat ini masih diproses.

Sisi lain, perseroan juga masih merencanakan aksi korporasi tahun ini karena sudah dianggarkan sekitar Rp500 miliar sampai dengan Rp1 triliun.

"Bentuknya masih berupa NCD atau MTN, ini masih on progress dan akan digunakan untuk pembiayaan UMKM terutama mikro dan termasuk konsumer," ujarnya.

Tag : bank kaltim
Editor : Fajar Sidik
Top