Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BTN Siapkan Sekuritisasi KPR Sintetik Rp2 Triliun

BTN berencana melakukan sekuritisasi KPR sintetik untuk menghimpun dana senilai Rp2 triliun. Aksi korporasi tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena terganjal oleh belum adanya regulasi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 04 April 2019  |  12:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berencana melakukan sekuritisasi KPR sintetik untuk menghimpun dana senilai Rp2 triliun. Aksi korporasi tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena terganjal oleh belum adanya regulasi.

Direktur Keuangan dan Tresuri BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan bahwa sekuritisasi KPR sintetik merupakan sekuritisasi terhadap cashflow masa depan dari kredit pemilikan rumah (KPR) yang disalurkan oleh bank. Dengan demikian, tidak ada aset yang diagunkan karena aset yang disekuritisasi adalah jaminan adanya pembayaran cicilan KPR dari nasabah. 

Menurut Iman, sekurititasai KPR sintetik belum pernah dilakukan oleh bank sebelumnya, sehingga regulasinya pun belum ada. 

"KPR sintetik aturannya belum ada dari OJK [Otoritas Jasa Keuangan]. Kalau bisa secepatnya kami ajukan permohonan izin, nanti menunggu OJK apakah diminta tunggu aturannya keluar atau memberikan izin terlebih dahulu," kata Iman, Selasa (3/4/2019).

Dalam menerbitkan sekuritisasi KPR sintetik, BTN akan menggandeng PT Sarana Multigriya Financial (SMF) dan PT Mandiri Manajemen Investasi sebagai arranger.

Selain sekuritisasi KPR, Bank BTN akan menghimpun dana wholesale dalam bentuk penerbitan global bonds dan pinjaman baik bilateral ataupun sindikasi. Aksi korporasi tersebut akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana wholesale sebanyak total Rp14 triliun pada tahun ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn Sekuritisasi Aset
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top