Asuransi Perjalanan Diproyeksi Tumbuh Signifikan Mendekati Lebaran

Perkembangan penjualan asuransi perjalanan menjelang hari raya lebaran dinilai cukup signifikan. Hal tersebut mendorong perusahaan asuransi untuk menyiapkan produk khusus dan strategi pemasaran asuransi bagi pemudik
Wibi Pangestu Pratama | 25 April 2019 21:46 WIB
Kendaraan berada di atas kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan penjualan asuransi perjalanan menjelang hari raya lebaran dinilai cukup signifikan. Hal tersebut mendorong perusahaan asuransi untuk menyiapkan produk khusus dan strategi pemasaran asuransi bagi pemudik.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad S. Dalimunthe menilai terdapat tren petumbuhan penjualan asuransi perjalanan saat hari libur maupun hari raya seperti lebaran. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat, khususnya para pemudik.

Dody menyampaikan, pihaknya tidak memiliki data spesifik terkait nilai premi yang dicatatkan industri asuransi di masa lebaran meskipun terdapat peningkatan penjualan. Adapun, asuransi perjalanan tersebut dapat termasuk ke lini bisnis asuransi kecelakaan diri dan asuransi aneka.

"Cukup signifikan [pertumbuhannya]. Biasanya periode asuransi jangka pendek sekitar lebaran," ujar Dody kepada Bisnis, Kamis (25/04/2019).

Dia menjelaskan, produk asuransi perjalanan dengan periode jangka pendek akan menarik jika dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Menurut Dody, perusahaan asuransi dapat mendorong pengembangan aplikasi digital untuk penjualan dan pelayanan lini asuransi tersebut.

Dody menambahkan, pembelian polis dan pelaporan klaim asuransi tersebut sebaiknya dilakukan melalui platform digital. Begitu pun dengan pembayaran klaim, agar langsung ditujukan ke rekening tertanggung.

Selain itu, Dody menjelaskan, proteksi yang diberikan perlu diupayakan agar memenuhi kebutuhan pelanggan seperti biaya pengobatan akibat kecelakaan, jaminan cacat tetap, dan meninggal.

"Juga tambahan coverage seperti keterlambatan alat angkut, kehilangan bagasi, hingga penyedia layanan kesehatan selama sakit di perjalanan," tambah dia.

Terakhir, menurut Dody, premi asuransi perjalanan yang ditawarkan harus seimbang dengan risiko yang akan ditanggung. Agar efisien, perusahaan dapat mengupayakan polis asuransi agar tersedia bersama dengan tiket yang dibeli pelanggan.

CEO PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Julian Noor menilai premi asuransi perjalanan akan meningkat sekitar 20 persen menjelang lebaran. Untuk menangkap peluang tersebut, Adira mendorong penjualan asuransi perjalanan secara digital.

Dia menjelaskan, pihaknya sedang mengembangkan produk asuransi perjalanan yang menyasar segmen pasar generasi langgas (milenial). Dia menilai, gaya hidup travelling pada generasi tersebut merupakan pangsa pasar potensial untuk digarap.

"Generasi langgas itu kan inginnya simple, tidak terlalu mahal tapi punya proteksi yang mencukupi. Ini yang kami mau selesaikan sehingga buat mereka gampang belinya. Mudah-mudahan sebelum lebaran bisa kami luncurkan," ujar Julian.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Sahata L. Tobing menilai tidak terdapat perkembangan signifikan dari penjualan asuransi perjalanan di masa lebaran.

"Asuransi perjalanan biasanya normal saja [di masa lebaran]," ujar Sahata kepada Bisnis, Kamis (25/04/2019).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi perjalanan, asuransi adira dinamika

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup