Suku Bunga Acuan dan Redenominasi Rupiah Jadi PR Destry Damayanti

Beberapa PR lain bagi Destry juga terkait menjaga suku bunga acuan dan redenominasi rupiah. Melchias berpesan agar Destry bisa mengelola kebijakan suku bunga acuan lebih dinamis dalam dunia internasional.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  19:02 WIB
Suku Bunga Acuan dan Redenominasi Rupiah Jadi PR Destry Damayanti
Destry Damayanti. - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih, Destry Damayanti, mengantongi sejumlah harapan dari anggota dewan terkait dengan produk keuangan, suku bunga acuan, dan redenominasi rupiah.

Ketua Komisi XI DPR-RI Melchias Markus Mekeng mengatakan bahwa Destry yang tercatat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diharapkan bisa memperdalam produk keuangan.

“Misalnya SBN, dan bukan hanya SUN, tapi Surat Berharga Korporasi yang punya rating bagus,” ujar Melchias di Gedung DPR RI, Kamis (11/7/2019).

Dia juga menambahkan agara Destry bisa mendorong investasi dalam negeri. Misalnya agar alumnus Cornell University ini tidak menjaga jarak dengan pasar.

Menurut politisi Partai Golkar ini, Destry diharapkan bisa bekerja lebih inovatif dan kreatif, berbeda dari cara kerja birokrat pada umumnya.

“Ini aspirasi yang baik dengan pasar dan perbankan Buku I, Buku II, Buku III, dan Buku IV. Supaya dia bisa menyerap aspirasi di dunia perbankan,” tutur Melchias.

SUKU BUNGA DAN REDENOMINASI

Beberapa PR lain bagi Destry juga terkait menjaga suku bunga acuan dan redenominasi rupiah. Melchias berpesan agar Destry bisa mengelola kebijakan suku bunga acuan lebih dinamis dalam dunia internasional.

“Kalau negara lain melakukan penurunan suku bunga, Bank Indonesia harus merespon hal yang sama dan lebih cepat,” terangnya.

Terkait rencana Destry mengkaji ulang redenominasi rupiah, Melchias menuturkan agar pemerintah perlu segera melakukan sosialisasi. Tujuannya untuk memberi pemahaman kepada rakyat bahwa redenominasi rupiah bukan pemotongan uang.

“Kalau cuma prolegnas [redenominasi rupiah] boleh saja. Yang penting hemat saya rakyat harus paham redenominasi bukan potong uang karena kita pernah alami masa potong uang dan rakyat kehilangan uang,” ujar Melchias.

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup