Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komisi XI DPR Bentuk Panja Muamalat, Bumiputera, dan Jiwasraya Pekan Depan

Rencana pembentukan Panja ini diungkap Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi. Menurutnya, Panja dibentuk agar pembahasan masalah Bank Muamalat, AJB Bumiputera, dan Jiwasraya bisa lebih mendalam.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 21 November 2019  |  17:33 WIB
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi XI DPR RI akan membentuk panitia kerja (Panja) untuk membahas persoalan yang mendera tiga lembaga keuangan yakni PT Bank Muamalat Indonesia Tbk., Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Rencana pembentukan Panja ini diungkap Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi. Menurutnya, Panja dibentuk agar pembahasan masalah Bank Muamalat, AJB Bumiputera, dan Jiwasraya bisa lebih mendalam.

“Kami akan kebut dengan panja-panja ini apa opsi-opsi yang akan dilakukan. Tapi kami dorong OJK segera ambil keputusan yang tepat, tegas,” ujar Fathan di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (21/11).

Pembentukan ketiga Panja ini dilakukan setelah masing-masing fraksi di Komisi XI. menyetor nama anggota untuk masuk kelompok tersebut. Tak hanya membentuk Panja, Komisi XI DPR RI juga berencana menggelar lagi rapat dengar pendapat (RDP) dengan OJK pekan depan.

RDP dengan OJK nanti akan membahas keberlanjutan pembahasan masalah Bank Muamalat, Jiwasraya dan Bumiputera. Khusus untuk persoalan Muamalat, DPR akan meminta keterangan perihal apa yang membuat OJK terkesan lambat dalam upaya penyelesaian masalah di bank syariah pertama ini.

“Iya untuk follow up ini, minta daftar calon investor, karena ini kan saya lihat OJK masih sangat gamang melangkah atau tidak,” katanya.

Sebagai pengingat, masalah yang dihadapi Jiwasraya berkaitan dengan kebutuhan likuiditas sebesar Rp16,13 triliun untuk membayar klaim asuransi yang jatuh tempo.

Kemudian, persoalan keuangan juga diderita AJB Bumiputera. Perusahaan asuransi ini juga masih berjibaku dengan permasalahan internal yakni adanya kekosongan kursi direksi beberapa bulan terakhir.

Terakhir, persoalan modal menimpa Bank Muamalat. Hingga kini bank tersebut belum mendapat investor baru, meski membutuhkan tambahan modal setidaknya Rp8 triliun.

“Saya belum tahu [tenggat kerja panja nanti]. Panja ada yang 3 bulan-6 bulan tergantung materi dan masalahnya, tapi prinsipnya DPR ingin ini [penyelesaian masalah Bumiputera, Jiwasraya, dan Muamalat] cepat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank muamalat jiwasraya ajb bumiputera 1912
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top