Bos Bangkok Bank Mengaku Puas Dengan Harga Permata Rp37 Triliun

Bangkok Bank Public Company Limited menganggap biaya yang mereka keluarkan untuk mengakuisisi saham mayoritas PT Bank Permata Tbk. cukup baik.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  15:29 WIB
Bos Bangkok Bank Mengaku Puas Dengan Harga Permata Rp37 Triliun
Dirut Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich. - Bisnis/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bangkok Bank Public Company Limited menganggap biaya yang mereka keluarkan untuk mengakuisisi saham mayoritas PT Bank Permata Tbk. cukup baik.

Menurut Presiden Direktur Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich, perseroan sudah memiliki evaluasi dan analisa yang matang sebelum memutuskan untuk menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional share purchase Agreement/CSPA) Bank Permata. Karena itu, biaya yang disepakati dianggapnya masuk akal.

"Kami sudah uji tuntas ketika peluang ini muncul dan kami sudah puas meskipun kami belum sampai tahap akhir. Kami sudah melakukan analisa dan evaluasi, kami sudah peroleh valuasi dan proposal, dan ini adalah harga yang cukup baik," ujar Chartsiri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/12) malam.

Pembelian saham mayoritas Bank Permata akan dilakukan Bank Bangkok berdasarkan penilaian yang disepakati yakni 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata (yang masih akan disesuaikan).

Berdasarkan nilai buku Bank Permata pada 30 September 2019, harga pembelian indikatif Rp1.498 per saham dan nilai transaksi indikatif Rp37,43 triliun (sekitar US$ 2,674 miliar atau 81,02 miliar bath Thailand) untuk 89,12% saham; dan Rp 42,001 triliun (sekitar US$3 miliar atau 90,91 bath Thailand) untuk kepemilikan 100% saham.

Bank Bangkok yakin proses akuisisi Bank Permata akan tuntas pada kuartal III/2020. Tenggat ini diyakini tercapai setelah perseroan menuntaskan sejumlah proses perizinan agar proses akuisisi berjalan mulus.

Chartsiri juga menyebut, pendanaan akuisisi ini berasal dari modal Bank Bangkok yang diklaim cukup memadai. Pasca akuisisi, Bank Bangkok belum berencana menambah ekuitas Bank Permata.

"Untuk melakukan akusisi kami tidak berencana menambahkan ekuitas pada bank. Kami yakin terhadap [masa depan] kondisi ekonomi Indonesia dan Bank Permata," katanya.

Bank asal Thailand ini juga menyebut kekuatan manajemen dan tim Bank Permata menjadi nilai tambah bagi mereka untuk melakukan akuisisi.

Dia menyebut, jaringan Bank Permata yang luas serta kemampuan digital eksisting dapat bermanfaat untuk mewujudkan peluang Bank Bangkok memperbesar ceruk pembiayaan di segmen korporasi dan UKM.

“Kami ingin melanjutkan hubungan kemitraan kuat yang telah dijalin Permata Bank dengan Astra International. Kemitraan antara PermataBank dan Astra International mencakup pengembangan pendanaan bersama, penggajian, dan pinjaman kepada karyawan Astra,” tuturnya.

Sebagai informasi, Bangkok bank telah menandatangani CSPA dengan PT Astra International Tbk. dan Standard Chartered Bank untuk membeli seluruh saham kedua perseroan di Bank Permata.

Astra dan Standard Chartered sebelumnya memiliki masing-masing 44,56% saham Bank Permata. Jumlah ini mewakili 89,12% modal yang ditempatkan di perseroan.

Transaksi jual beli saham ini akan resmi rampung pasca seluruh persyaratan dipenuhi, termasuk adanya persetujuan OJK, Bank of Thailand, serta para pemegang saham Bangkok Bank atas aksi korporasi ini.

Chartsiri juga menyebut akan membicarakan lebih lanjut target-target untuk Bank Permata ke depannya. Pembicaraan ini akan dilakukan pihak Bangkok Bank bersama jajaran Direksi Bank Permata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank permata, bangkok bank

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top