Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sasar Segmen Menengah, CIMB Niaga Ingin KPR Tumbuh Lebih Tinggi

Penyaluran KPR CIMB Niaga tumbuh sebesar 12,5 persen yoy pada 2019 dengan nilai Rp33,78 triliun di tengah kelesuan sektor properti.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 Februari 2020  |  05:00 WIB
Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini dapat melampaui realisasi pada 2019.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan dalam menyalurkan KPR perseroan menyasar perumahan kelas menengah dengan kisaran harga Rp700 juta sampai dengan Rp900 juta. 

Apabila dibandingkan dari segi tujuan permintaan KPR di CIMB Niaga, pengajuan kredit dari end user atau pemilikan untuk rumah tinggal saat ini porsinya lebih besar daripada hunian untuk investasi. Pengajuan kredit perumahan untuk investasi juga saat ini disebutkan jauh berkurang.

Oleh karena itu, perseroan menyiasati dengan melakukan penetrasi ke segmen yang membutuhkan, yakni rumah tangga. Penyaluran kredit perumahan untuk rumah tinggal terutama perumahan kelas menengah lebih tepat dilakukan karena kebutuhannya selalu ada.

"Dulu banyak investor, tetapi sekarang jauh berkurang. Banyak sekali end user karena orang butuh rumah," katanya kepada Bisnis, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan KPR, CIMB Niaga terus mendorong layanan kecepatan. Setidaknya, pengurusan KPR mampu selesai dalam waktu tiga sampai lima hari.

Adapun, KPR CIMB Niaga tumbuh sebesar 12,5 persen yoy pada 2019 dengan nilai Rp33,78 triliun di tengah kelesuan sektor properti.

CIMB Niaga juga mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) KPR. Pada 2018, rasio NPL KPR yakni sebesar 2,8 persen, kemudian ditekan menjadi 2,4 persen pada 2019.

"Penyumbang NPL tergantung segmen, yang kami lakukan credit checking, itu benar-benar kami urus dari awal. Kalau dari profile bisa ditentukan, bisa cepat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cimb niaga
Editor : Annisa Sulistyo Rini
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top