Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal I/2020, Bank BTN Bukukan Laba Rp457 Miliar

Perseroan memastikan kondisi bank hingga kuartal I/2020 masih tetap sehat dengan permodalan yang cukup kuat dan secondary reserve yang lebih dari Rp20 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  18:10 WIB
Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury (kiri) dan Direktur Finance, Treasury and Strategy BTN Nixon L. Napitupulu (kanan) memberikan keterangan seusai RUPST di Jakarta, Kamis (12/3/2020) - Bisnis/M. Richard
Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury (kiri) dan Direktur Finance, Treasury and Strategy BTN Nixon L. Napitupulu (kanan) memberikan keterangan seusai RUPST di Jakarta, Kamis (12/3/2020) - Bisnis/M. Richard

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. pada kuartal I/2020 membukukan perolehan laba senilai Rp457 miliar.

Jika dibandingkan dengan raihan laba pada periode yang sama tahun lalu atau secara tahunan, realisasi tersebut turun 36,79 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy).

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, apabila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, perolehan laba perseroan pada kuartal I/2020 tetap menunjukkan pertumbuhan yakni 116,66 persen (year to date/ytd).

Perseroan pun memastikan kondisi bank hingga kuartal I/2020 masih tetap sehat dengan permodalan yang cukup kuat dan secondary reserve yang lebih dari Rp20 triliun.

Adapun, Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan masih kuat di level 140,51 persen per 31 Maret 2020. Perseroan juga mencatatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 18,73 persen pada kuartal I/2020 atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62 persen di kuartal I/2019.

Menurutnya, dengan kondisi likuiditas yang kuat tersebut dan porsi penyaluran kredit yakni 86 persen disalurkan masyarakat berpendapatan tetap, perseroan akan mampu melewati kondisi yang berat akibat pandemi.

"Jadi dengan menyalurkan ke masyarakat yang berpendapatan tetap, meskipun kondisi ini tidak akan memgalami kemampuan perubahan membayar, kalau pun terpengaruh tentunya masih bisa dilunasi," katanya, Jumat (15/5/2020).

Dari sisi pendanaan, perseroan mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) Rp221,719 triliun selama kuartal I/2020 atau naik 2,7 persen yoy. Pertumbuhan DPK paling signifikan berasal dari Batara reguler yang tumbuh 6,8 persen.

Sementara itu, selama kuartal 1/2020, penghimpunan tabungan justru tercatat menurun 8,7 persen yoy menjadi Rp39,496 miliar.

Menurutnya, kinerja pendanaan Bank BTN mengalami pertumbuhan tipis karena bank berupaya mengurangi kontribusi dana mahal dalam rangka memperbaiki cost of fund.

Tercatat, cost of fund perseroan pada kuartal I/2020 adalah sebesar 5,28 persen atau lebih rendah dibandingkan posisi kuartal I/2019 yang sebesar 5,77 persen.

"Sekitar empat basis poin dalam kurun waktu tiga bulan, dengan adanya penurunan tingkat bunga dasar dan dengan kondisi likuiditas baik, kami pelan-pelan lebih percaya diri turunkan tingkat bunga," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top