Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jasindo: WFH Percepat Proses Penerbitan Polis & Klaim

Operasional Jasindo justru makin cepat setelah menerapkan mekanisme kerja dari rumah atau work from home, kata Direktur Utama Jasindo Didit Mehta Pariadi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  15:36 WIB
Kantor PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). - Dok. Asuransi Jasindo
Kantor PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). - Dok. Asuransi Jasindo

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) menilai penerapan kerja dari rumah atau work from home justru mempercepat operasional bisnis, mulai dari penerbitan polis hingga penanganan klaim.

Direktur Utama Jasindo Didit Mehta Pariadi menjelaskan bahwa upaya percepatan operasional bisnis telah menjadi agenda perusahaan sebelum penyebaran virus corona. Namun, pandemi itu, menurutnya, membuat percepatan harus segera dilakukan.

Dia mengemukakan upaya percepatan operasional merupakan salah satu tujuan dari pengembangan sistem teknologi informasi (TI) Jasindo. Adanya pandemi Covid-19 yang memaksa aktivitas perkantoran dialihkan ke rumah membuat pemanfaatan TI itu menjadi semakin wajib.

"Jasindo sudah mulai menyusun langkah-langkah untuk memperpendek dan menyederhanakan proses penerbitan polis maupun penanganan klaim. Sebenarnya pandemi Covid-19 membuat peranan digitalisasi proses menjadi lebih penting," ujar Didit kepada Bisnis pada Minggu (5/7/2020).

Dia menjabarkan bahwa peningkatan pemanfaatan TI selama masa WFH membuat proses bisnis menjadi lebih ringkas, meski operasionalnya cukup terkendala jika dibandingkan dengan aktivitas di kantor seperti pada umumnya.

Menurut Didit, pihaknya telah mencatatkan percepatan penerbitan polis melalui pemanfaatan TI dan kerja sama dengan pihak lain. Upaya selanjutnya adalah memaksimalkan klaim dan proses-proses bisnis lainnya.

"Sampai saat ini Jasindo baru memanfaatkan digitalisasi terkait dengan penerbitan e-polis dalam kerja sama dengan lembaga pembiayaan dan perbankan," ujarnya.

Didit menjelaskan bahwa seluruh proses dalam alur penerbitan polis dapat dipercepat dengan pemanfaatan teknologi. Proses utama yang dapat dipercepat adalah pemasaran, teknik atau akseptasi, serta keuangan yang mencakup billing and collection. "Tapi itu hanya diberlakukan untuk produk yang sederhana dan baku."

Peningkatan kecepatan operasional bisnis dinilai sebagai salah satu upaya menjaga kinerja asuransi umum di tengah tren perlambatan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pada kuartal pertama tahun ini, industri asuransi umum mencatatkan perlambatan perolehan premi.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI memproyeksikan asuransi umum akan mencatatkan kinerja negatif 15 persen–25 persen sepanjang 2020. Dalam skenario terburuk, koreksi diperkirakan bisa mencapai 30 persen sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Menurut Wakil Ketua Bidang Statistik dan Riset AAUI Trinita Situmeang, perlambatan kinerja tersebut berpotensi terus terjadi sepanjang tahun seiring pandemi yang menghambat aktivitas perekonomian.

"Kami melakukan studi di asosiasi, mempertimbangkan angka yang ada, saat ini memprediksi pertumbuhan pada akhir tahun berkisar 15 persen–25 persen karena akan terjadi penurunan cukup signifikan di lini asuransi yang menjadi kontributor terbesar [perolehan premi]," ujar Trinita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi jasindo
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top