Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Apa antara LUCK dan Jouska?

Alih-alih membawa nasib mujur, saham LUCK justru membuat portofolio para klien Jouska kebakaran. Hal itu yang kemudian menyulut kemarahan para pelanggan hingga netizen.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  13:50 WIB
Chief Executive Officer Jouska Aakar Abyasa Fidzuno. - Bisnis/Dedi Gunawan
Chief Executive Officer Jouska Aakar Abyasa Fidzuno. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Sampai saat ini klien Jouska masih tidak habis pikir mengapa mayoritas dana mereka ditanamkan ke emiten anyar.

Seandainya tata kelola dana para klien Jouska itu tidak kebakaran, mungkin Satgas Waspada Investasi (SWI) akan butuh waktu lebih lama untuk mengendus bau hangus dari perusahaan penasehat keuangan itu. Dengan demikian, resiko penutupan bisnis masih dapat dihindari.

Akan tetapi nasib berkata lain, SWI memutuskan untuk memblokir segala kegiatan Jouska dan perusahaan yang terafiliasi. Perusahaan yang dirintis oleh Aakar Abyasa itu tersandung oleh saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk. (LUCK).

Alih-alih membawa nasib mujur, LUCK justru membuat portofolio para klien kebakaran. Hal itu yang kemudian menyulut kemarahan para pelanggan hingga netizen.

Pasalnya sebagian besar dana para klien ditanamkan ke dalam situ. Hana, bukan nama sebenarnya, mengatakan hampir 80 persen uang tabungan yang telah disetor dibelikan oleh Jouska dan afiliasinya saham LUCK.

Sebagai pemula, Hana tidak mengetahui bahwa pembelian suatu portofolio memerlukan perhitungan matang. "Saya percaya saja karena ini kan Jouska, masa iya membuat kesalahan investasi," terangnya kepada Bisnis.

Namun nasi telah menjadi bubur, alih-alih untung, LUCK membawa buntung. Harga saham merosot dari posisi Rp1.700 ke level Rp322. Hana meminta konfirmasi terkait alasan pembelian saham itu. Namun, penasehatnya kerap beralasan perseroan memiliki fundamental yang baik.

Hana bersama para klien yang lain memiliki kegelisahan yang sama dengan portofolio yang mereka miliki. "Mengapa lebih dari 50 persen dana semua klien ditanamkan ke LUCK?" katanya.

Rekam jejak perseroan belum terlalu mentereng dengan pembagian dividen hanya sebesar Rp5 per saham. Adapun total dividen yang dibagikan mencapai Rp3,57 miliar sedangkan laba ditahan sebesar Rp2,52 miliar.

Di sisi lain, LUCK menunjuk PT Philip Sekuritas Indonesia sebagai underwriter ketika IPO. Pada saat yang sama seluruh klien Jouska membuka rekening dana investor (RDI) di perusahaan sekuritas itu.

Belum lama ini, CEO Jouska Aakar Abyasa menegaskan tidak memiliki afiliasi terhadap Philip Sekuritas Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama Philip Sekuritas Indonesia belum memberikan respons sama sekali.

Bagian hubungan publik perusahaan sekuritas itu hanya mengatakan akan memberikan pernyataan resmi sejak Kamis kemarin. Namun sampai saat ini, pernyataan itu belum kunjung terbit.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, Aakar sempat mengunggah foto bersama Derek Goh pada 29 November 2018. Derek merupakan rekan bisnis pendiri Jouska itu sekaligus CEO Serial System Ltd.

Serial System Ltd. adalah perusahaan yang memiliki 20 persen saham LUCK. Perusahaan itu tercatat di Singapore Stock Exchange sejak 1997.

Serial System Ltd. memiliki kesamaan bisnis dengan LUCK yakni sebagai distributor produk fotografi atau printer milik HP, Canon dan Samsung. Selain itu, perusahaan induk Philip Sekuritas Indonesia yakni Philip Securities Pte Ltd. memiliki saham sebesar 0,78 persen di perusahaan Serial System Ltd.

Adapun dalam unggahan foto, Aakar menuliskan bahwa antara dia dengan Derek Goh tengah membangun sebuah proyek yang dia kawal sendiri sejak awal tahun.

"Ada hari-hari penuh emosi. Entah berapa kali kita berdebat. Ketawa. Berdebat lagi. Orang-orang ini sebelumnya adalah stranger buat gue. I've been challenging myself to go to another level," tulisnya ketika itu.

Aakar menambahkan duduk sejajar dengan investor asing. Berbicara sebagai sesama orang penting.

Sementara itu, sebelum 2018 berakhir LUCK melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan tercatat. Berdasarkan prospektus perseroan, LUCK memiliki total saham sebelum penawaran umum sebanyak 361,14 juta unit.

Serial System Ltd. memiliki 143,14 juta unit atau setara dengan 39,63 persen total kepemilikan. Jumlah menjadi yang paling besar melebihi Komisaris Utama Caroline Himawati Hidajat 108,99 juta atau 30,17 persen.

Adapun pada saat ini, total kepemilikan saham Serial System Ltd. menjadi 20 persen dengan volume yang sama 143,14 juta.

Namun ada satu hal yang menarik, sebelum LUCK melantai. Salah satu pengikut Aakar di Instagram, yaitu Ratih Kinanti memberikan komentar pada fotonya bersama Derek Goh," Semoga ARA terus sampai sebulan ke depan."

Aakar hanya membalas "heyyyy!!" yang disertai emotikon tertawa. Benar saja, harga saham LUCK melejit dari posisi Rp286 menuju Rp428 naik 49,65 persen pada perdagangan perdana 28 November 2018.

Adapun sebulan kemudian, 28 November 2018, harga saham LUCK berada pada posisi Rp710 atau naik 148,25 persen dibandingkan saat perdagangan perdana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perencana keuangan Sentral Mitra Informatika Jouska
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top