Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Ada Hapus Buku Kredit pada Paruh Pertama, Seberapa Besar?

Secara industri, OJK mencatat kredit yang mengalami hapus buku hingga April 2020 senilai Rp444,22 triliun atau naik 12,88 persen yoy.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  23:15 WIB
Karyawan Bank Central Asia melayani nasabah, di Jakarta, Jumat (23/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Karyawan Bank Central Asia melayani nasabah, di Jakarta, Jumat (23/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. berupaya menjaga kualitas kredit di tengah kondisi ekonomi yang tertekan pandemi Covid-19.

Beberapa upaya yang dilakukan perseroan yaitu terus mendukung debitur dengan memberi keringanan restrukturisasi kredit. Bahkan, opsi hapus buku pun juga dilakukan untuk menjaga kualitas kredit di neraca perseroan.

Kendati demikian, BCA memastikan hapus buku kredit pada paruh pertama tahun ini belum jauh berbeda dengan kondisi tahun lalu.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit yang mengalami hapus buku hingga April 2020 adalah senilai Rp444,22 triliun. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, nilai write off pada April 2020 mengalami peningkatan sebesar 12,88 persen (year on year/YoY).

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengakui kondisi ekonomi tahun ini cukup berat karena tekanan dari pandemi virus corona.

Perseroan pun berupaya untuk terus mendukung debitur dengan memberi keringanan restrukturisasi kredit. Bahkan, opsi hapus buku pun juga dilakukan untuk menjaga kualitas kredit di neraca perseroan.

"Hapus buku kami lakukan. Ada dilakukan pada semester pertama, tetapi tetap tidak jauh berbeda dengan tahun lalu," ungkapnya dalam paparan kinerja BCA semester I/2020, Senin (27/7/2020).

Berdasarkan laporan publikasinya, total aset kredit yang dihapusbukukan mencapai Rp845 miliar pada semester pertama tahun lalu dan bertahan hingga akhir 2019. Sementara itu, total write off pada 2018 mencapai Rp10,36 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan akan tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Langkah restrukturisasi yang diambil saat ini ditujukan untuk mengembalikan kinerja debitur seperti semula tanpa harus mengahus bukunya dari neraca.

"Kalau bisa jangan hapus-hapus buku lah," katanya.

Sebagai informasi, total restrukturisasi kredit BCA saat ini sudah mencapai 20 persen dari total kredit Rp595,1 triliun pada semester pertama tahun ini. Perseroan pun melihat adanya kemungkinan peningkatan kredit yang direstrukturisasi hingga 30 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kredit macet kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top