Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realistis, Adira Finance Perkirakan Pembiayaan Turun Hingga 50 Persen dari 2019

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan pihaknya menurunkan target kredit pada 2020 karena ada tiga hal yang berpengaruh besar terhadap pembiayaan kendaraan bermotor, yang merupakan lini bisnis utama perseroan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  17:05 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance. Tbk (Adira Finance) mencoba realistis dengan merevisi target penyaluran pembiayaannya, dengan proyeksi turun hingga 45% dibandingkan tahun 2019.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan hal ini disebabkan tiga hal yang berpengaruh besar terhadap pembiayaan kendaraan bermotor, yang merupakan lini bisnis utama Adira Finance. Ketiganya yakni perkembangan ekonomi, perkembangan industri otomotif, serta perkembangan pandemi Covid-19 beserta kebijakan pemerintah terkait yang bisa mempengaruhi daya beli masyarakat. 

Pada kisaran Februari lalu, saat pandemi Covid-19 belum menyentuh Tanah Air pun, emiten berkode saham ADMF ini sebenarnya masih optimistis menargetkan pertumbuhan pembiayaan hingga 7% pada 2020 sejalan dengan pertumbuhan penjualan otomotif. 

"Waktu itu perkiraan kita penjualan kendaraan bisa tumbuh di level 4% sampai 7%. Tapi sekarang sudah tidak realistis karena pandemi. Jadi kita revisi target kita sampai akhir 2020 ke angka Rp19 triliun sampai maksimal Rp21 triliun atau hampir 50% lebih rendah daripada 2019," jelas Made, Selasa (4/8/2020).

Sekadar informasi, sebelumnya perusahaan pembiayaan ini mampu menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp37,9 triliun sepanjang 2019. 

Sebelumnya, Made mengakui bahwa peluang ADMF bersaing di pangsa pembiayaan kendaraan mobil dan motor, baik baru maupun bekas, memang meningkat pada semester II/2020. 

Namun demikian, ADMF masih akan berhati-hati dalam melangkah demi mempertahankan kinerja keuangan, serta memperlancar arus kas yang beberapa waktu lalu sempat terdampak pandemi dan terganggu akibat program restrukturisasi kredit. 

"Kita masih akan berhati-hati karena menyalurkan pinjaman itu mudah, menagihnya yang sulit. Lagipula mencari nasabah yang bagus setelah pandemi itu memiliki tantangan tersendiri," ujarnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adira finance perusahaan pembiayaan kredit mobil
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top