Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adira Finance (ADMF) Bukukan Laba Rp597 Miliar

Pada paruh kedua tahun ini Adira Finance fokus menjaga kualitas piutang nasabah.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  15:00 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. (ADMF) membukukan laba bersih senilai Rp597 miliar pada semester I/2020 kendati terdampak Covid-19.

Laba ini tercatat turun sebesar 37 persen (yoy) dari pertengahan tahun sebelumnya yang mencapai Rp949 miliar.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan ke depan perseroan akan hati-hati dalam menjaga likuiditas, serta menyeimbangkan pendanaan di tengah belum pastinya pembiayaan baru. Strategi ini merupakan upaya mempertahankan kinerja ADMF pada semester II/2020. 

Perseroan juga akan mempertahankan kinerja keuangan serta memperlancar arus kas yang beberapa waktu lalu sempat terdampak pandemi dan terganggu akibat program restrukturisasi kredit.

"Dalam menghadapi kondisi krisis pandemi saat ini, kami telah memenuhi tingkat likuiditas dan kebutuhan pendanaan. Kami memiliki sumber pendanaan yang terdiversifikasi," jelasnya dalam paparan kinerja semester , Selasa (4/8/2020). 

Diversifikasi pendanaan ini meliputi pembiayaan bersama dengan Bank Danamon yang mewakili 44 persen piutang kelolaan dan pinjaman eksternal terdiri atas fasilitas kredit dari perbankan baik dari onshore maupun offshore, serta penerbitan obligasi.

Selain itu, pada awal tahun 2020, ADMF juga memperoleh pinjaman sindikasi offshore senilai US$300 juta dan menandatangani fasilitas stand by dari Bank MUFG senilai US$280 juta. 

Terkait pendanaan dari surat utang, Adira Finance telah menerbitkan Obligasi PUB V dan Sukuk Mudharabah IV Tahun 2020 senilai Rp1,5 triliun Pada Juli 2020.

"Per 30 Juni 2020, komposisi pinjaman eksternal kami terdiri atas 60 persen pinjaman bank, baik onshore dan offshore dan 40 persen berasal dari obligasi dan sukuk," tutup Made.

Sekadar informasi, per Juni 2020, rasio ROA dan ROE ADMF masing-masing tercatat sebesar 3,5 persen dan 16,0 persen. Sementara gearing ratio turun dari 3,4x menjadi 2,7x, jauh lebih rendah dari peraturan OJK yang diatur pada 10x. 

Sementara itu, Presiden Direktur Adira Dinamika Multi Finance Hafid Hadeli menjelaskan bahwa menjaga kualitas piutang nasabah menjadi langkah prioritas di era masa transisi selepas pandemi Covid-19.

Pasalnya, lesunya daya beli masyarakat dan penerapan pembatasan sosial di mana sebagian besar aktivitas ekonomi berhenti, telah berdampak besar pada lini bisnis utama perusahaan dengan kode emiten ADMF ini, yaitu pembiayaan otomotif baru dan bekas.

"Apalagi, konsumen kami itu kebanyakan ada di sektor informal yang terdampak sekali dengan pandemi. Tapi perusahaan terus berupaya melayani kebutuhan konsumen dan mitra dengan tetap menyalurkan pembiayaan baru secara selektif yang disesuaikan pada kondisi pasar saat ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance laba bersih Kinerja Emiten adira finance
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top