Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Private Placement Disetujui, Berapa Potensi Dana yang Masuk ke Bukopin?

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Achmad Purwanto mengatakan penentuan harga per saham berdasarkan pada good corporate governance (GCG), valuasi korporasi, dan kondisi keuangan perusahaan.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  17:59 WIB
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) Rivan A. Purwantono (tengah) berbincang dengan Direktur Jong Hwan Han (kiri) dan Direktur Adhi Brahmantya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPPST) di Jakarta, Kamis (18/6).Bisnis - Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) Rivan A. Purwantono (tengah) berbincang dengan Direktur Jong Hwan Han (kiri) dan Direktur Adhi Brahmantya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPPST) di Jakarta, Kamis (18/6).Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Bukopin yang digelar hari ini (25/8/2020) menyetujui pelaksanaan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement kepada KB Kookmin Bank.

Selanjutnya, perusahaan akan melakukan review terhadap harga pelaksanaan saham private placement.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Achmad Purwanto mengatakan penentuan harga per saham berdasarkan pada good corporate governance (GCG), valuasi korporasi, dan kondisi keuangan perusahaan.

"Sehingga akan dapat ketepatan pricing yang kira-kira di harga berapa bisa kami umumkan," katanya dalam konferensi pers, Selasa (25/8/2020).

Meski begitu, dia berharap perolehan dana segar hasil private placement dapat mencapai sekitar Rp3 triliun. "Kami harapkan bisa masuk Rp3 triliun," imbuhnya.

Dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham, perseroan menyampaikan rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu dalam rangka perbaikan posisi keuangan dengan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah sebanyak-banyaknya 16,36 miliar saham kelas B dengan nilai nominal Rp100 per saham yang merupakan sebanyak-banyaknya 100,29 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan sebelum pelaksanaan PMTHMETD.

PMTHMETD merupakan bagian dari satu rangkaian transaksi perubahan pengendali perseroan oleh KB Kookmin Bank Co.,Ltd.  Sebelumnya, Bukopin melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V pada Juli lalu. Dalam PUT V, Kookmin Bank mengeksekusi semua haknya dan beberapa pemegang saham minoritas.

Akhirnya, pemodal asal Korea Selatan itu menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan kepemilikan 33,9 persen. Adapun Bosowa yang sebelumnya sebagai pengendali memiliki 23,4 persen.

Saham lainnya digenggam oleh Negara Republik Indonesia 6,37 persen dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah lima persen mencapai 36,33 persen.

Pada perdagangan hari ini (25/8/2020), saham BBKP ditutup pada level Rp264 per saham, sama dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukopin bank bukopin bosowa Kookmin Bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top