Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kredit Macet Bosowa, Erwin Aksa: Mulai Restrukturisasi

Kredit macet menjadi salah satu alasan di balik surat keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai penilaian kembali status perseroan sebagai pemegang saham Bank Bukopin.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 07 September 2020  |  10:10 WIB
Logo Bosowa Corporindo - bosowa.co.id
Logo Bosowa Corporindo - bosowa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Bosowa Group mulai melakukan restrukturisasi kredit macet sejumlah anak usaha yang ada di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kredit macet tersebut nilainya hampir mencapai Rp4 triliun.

Komisaris Utama Bosowa Erwin Aksa menyampaikan bahwa tidak semua kredit perusahaan di BRI berstatus macet. Menurutnya, beberapa anak perusahaan berstatus lancar dalam melakukan pembayaran angsuran.

“Kalau coll [collectability] 5 ada, PT BDE [Bosowa Duta Energasindo] yang BRI lancar dibayar,” ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Dia menjelaskan bahwa anak usaha yang bergerak di industri semen mengalami masalah dalam angsuran kredit. Oleh sebab itu, sambungnya, saat ini masih dalam tahap restrukturisasi.

“Jadi ada Semen Bosowa sama Bosowa Duta Energasindo. Kalau BDE lancar saja bayarnya, Semen Bosowa lagi restrukturisasi,” terangnya.

Seperti diketahui anak usaha Bosowa memiliki kredit macet sebesar Rp4 triliun. Kredit macet ini menjadi salah satu alasan di balik surat keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai penilaian kembali status perseroan sebagai pemegang saham Bank Bukopin.

Adapun pada 24 Agustus 2020 ditetapkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.64/KDK.02/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bukopin Tbk.

Bisnis mendapatkan data nilai kredit macet yang dimiliki Bosowa Group di BRI lebih dari Rp4 triliun per 28 Juni 2020. Kredit tersebut diberikan sedikitnya kepada 10 anak perusahaan milik pengusaha Aksa Mahmud.

Dari sejumlah anak usaha tersebut yang macet ada di PT Semen Bosowa Maros. Nilainya mencapai Rp3,7 triliun. Kredit tersebut diberikan dari beberapa skema. Adapun jatuh tempo kredit tersebut cukup bervariasi, ada 2029 dan 2033.

Saat dikonfirmasi, pekan lalu, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto tidak menerangkan secara jelas mengenai status kredit macet Bosowa Group.

Aestika menyampaikan bahwa perseroan menjadi tim technical assistance Bank Bukopin berlandaskan surat OJK pada 11 Juni 2020 perihal Permintaan Technical Assistance terhadap Bank Bukopin. Tugas BRI sebagai tim technical assistance secara resmi berakhir pada 27 Agustus 2020 sesuai surat dari OJK.

Menurutnya, peran technical assistance antara lain melakukan asistensi terhadap langkah-langkah strategis yang perlu segera diambil dalam rangka menjaga stabilitas likuiditas Bukopin pada saat itu.

"Selain itu BRI menghadiri dan menggunakan hak kuasa khusus PT Bosowa Corporindo dan Kopelindo dalam RUPS Bank Bukopin," katanya.

Hanya saja, dia enggan berkomentar lebih lanjut mengenai kaitan kredit macet Bosowa di BRI dengan penunjukkan sebagai technical assistance tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bosowa restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top