Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mastercard Rilis Platform Pengujian Mata Uang Digital Nasional

Mastercard ingin memanfaatkan keahliannya untuk memungkinkan pengembangan mata uang digital yang praktis, aman, dan terjamin.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 September 2020  |  14:53 WIB
Logo Mastercard - Istimewa
Logo Mastercard - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Mastercard meluncurkan platform pengujian Central Bank Digital Currencies (CBDC) yang memungkinkan Bank Sentral menilai dan mengeksplorasi mata uang digital nasional.

Menurut survei terbaru oleh Bank for International Settlements, 80 persen bank sentral yang disurvei terlibat dalam Central Bank Digital Currencies (CBDC) dan sekitar 40 persen bank sentral telah berkembang dari penelitian konseptual hingga bereksperimen dengan konsep dan desain.

Mastercard pun mengumumkan platform pengujian virtual untuk bank sentral untuk mengevaluasi penggunaan CBDC. Platform ini memungkinkan simulasi penerbitan, distribusi, dan pertukaran CBDC antar bank, penyedia layanan keuangan, dan konsumen.

Lewat pengujian ini, bank sentral, bank komersial, dan perusahaan-perusahaan teknologi dan penasihat diundang untuk bermitra dengan Mastercard untuk menilai desain teknologi CBDC, memvalidasi kasus penggunaan, dan mengevaluasi interoperabilitas dengan jalur pembayaran yang ada dan tersedia untuk konsumen, serta bisnis saat ini.

Executive Vice President Digital Asset and Blockchain Products and Partnerships Mastercard Raj Dhamodharan mengatakan Mastercard adalah pemimpin dalam pengoperasian berbagai jalur pembayaran. Mastercard ingin memanfaatkan keahliannya untuk memungkinkan pengembangan mata uang digital yang praktis, aman, dan terjamin.

“Bank sentral telah mempercepat eksplorasi mata uang digital mereka dengan berbagai tujuan, dari mendorong inklusi keuangan hingga memodernisasi ekosistem pembayaran. Mastercard mendorong inovasi dengan sektor publik, bank, fintech, dan perusahaan penasihat dalam eksplorasi CBDC, bekerja dengan para mitra yang sejalan dengan nilai dan prinsip inti kami," katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu (16/9/2020).

Sheila Warren, Head of Blockchain, Digital Assets and Data Policy at the World Economic Forum mengatakan kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam eksplorasi Mata Uang Digital dapat membantu bank sentral lebih memahami berbagai kemungkinan dan kemampuan teknologi yang tersedia sehubungan dengan CBDC.

CBDC dirancang agar nilainya setara dengan mata uang kertas suatu negara dan tunduk pada jaminan yang didukung pemerintah yang sama. Selain mencetak uang, bank sentral dapat menerbitkan CBDC sebagai representasi digital dari mata uang fiat suatu negara.

"Bank sentral bisa mendapatkan keuntungan dari dukungan dalam mengeksplorasi rangkaian opsi yang tersedia bagi mereka sehubungan dengan CBDC, serta mendapatkan wawasan tentang peluang apa yang mungkin akan datang," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank sentral mastercard mata uang digital
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top