Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNI Syariah Ajukan Penempatan Uang Negara Rp3 Triliun

Nantinya, uang negara yang ditempatkan sebagai bagian dari program PEN tersebut akan digunakan untuk antisipasi dan mengurangi dana-dana yang lebih mahal.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 21 September 2020  |  16:18 WIB
Nasabah menunggu ppelayanan di kantor cabang di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Nasabah menunggu ppelayanan di kantor cabang di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank BNI Syariah telah mengajukan penempatan uang negara senilai Rp3 triliun yang rencananya akan diberikan pada 25 September 2020 mendatang.

Corporate Secretary PT Bank BNI Syariah Bambang Sutrisno mengatakan jumlah dana yang kemungkinan akan ditempatkan pada perseroan masih tergantung dengan persetujuan dari pemerintah.

Nantinya, uang negara yang ditempatkan sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tersebut akan digunakan untuk antisipasi dan mengurangi dana-dana yang lebih mahal.

Adapun per Agustus 2020 pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank BNI Syariah adalah sebesar 16,8 persen dengan pembiayaan terkontraksi 1 persen. Porsi dana murah di BNI Syariah masih mendominasi dari total penghimpunan dana yakni sebesar 67 persen.

Selain untuk mengganti dana mahal, penempatan uang negara tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi kondisi perekonomian dan mencari spread atas penempatan.

"Tujuan PEN adalah antisipasi ketika kondisi ekonomi sudah membaik, mengganti dana mahal, dan mencari spread dari penempatan. Bukan untuk mendorong ekspansi pembiayaan saat ini," katanya kepada Bisnis, Senin (21/9/2020).

Meskipun demikian, BNI Syariah telah memetakan pembiayaan yang akan disalurkan atas penempatan uang negara tersebut. Nantinya, perseroan akan lebih cenderung menyalurkan pembiayaan ke segmen konsumer.

Sementara itu, untuk segmen komersial, tidak menjadi proyeksi penyaluran pembiayaan karena memiliki spread yang terlalu tipis dengan bunga dana.

Apalagi, perhitungan spread tersebut belum ditambah dengan premi risiko yang harus disiapkan. Penyaluran pun akan tidak terlalu fokus ke komersial untuk dana yang bersumber dari penempatan uang negara tersebut.

"Dalam kondisi seperti ini belum [menggenjot pembiayaan] karena harus lebih selektif dalam asesmen risiko," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah bni syariah Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top