Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Syariah Segera Merger dengan Bank Interim. Apa Dampaknya?

Ekonomi Senior LPS Fauzi Ichsan berpendapat merger BCA Syariah dan Bank Interim akan mengawali aksi merger dan akuisisi selanjutnya di perbankan syariah.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  16:54 WIB
Karyawan menata uang Rupiah di cabang Bank BCA Syariah di Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menata uang Rupiah di cabang Bank BCA Syariah di Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Penggabungan PT Bank Interim Indonesia ke dalam PT Bank BCA Syariah dinilai tidak hanya berdampak positif terhadap individu bank tersebut, tetapi juga bagi industri perbankan syariah.

Ekonomi Senior LPS Fauzi Ichsan berpendapat merger BCA Syariah dan Bank Interim akan mengawali aksi merger dan akuisisi selanjutnya di perbankan syariah. Menurutnya, saat ini giliran perbankan syariah memasuki periode konsolidasi sebagai strategi meningkatkan skala ekonomi dan agar lebih kompetitif dalam bersaing dengan perbankan konvensional.

"Konsolidasi menjadi tren global. Memang awalnya di perbankan konvensional sekitar 20-30 tahun terakhir. Dan sekarang mulai trennya konsolidasi perbankan syariah," katanya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020).

Fauzi yang juga merupakan Kepala Eksekutif LPS Periode 2015-Januari 2020 menambahkan penggabungan Bank Interim ke dalam BCA Syariah (BCAS) akan memperkuat individu bank tersebut. Sebelum penggabungan pun, kata dia, posisi BCAS juga cukup kuat karena ditopang induk usaha yang kuat secara permodalan dan pengembangan teknologi informasi perbankan.

Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) Irfan Syauqi Beik mengatakan merger ini akan menciptakan akselerasi pertumbuhan aset individu bank tersebut. Selanjutnya, dia berharap ini akan berdampak terhadap peningkatan market share aset perbankan syariah yang saat ini sekitar 6% dari total aset perbankan nasional.

Menurutnya, BCA Syariah sendiri telah cukup kuat ditopang oleh induk usaha. Begitu pula, Bank Interim memiliki pengalaman dan telah beroperasi dua dekade di industri perbankan.

"Dengan kelebihan yang dimiliki [Bank Interim] digabungkan dengan BCA Syariah, akan memperkuat BCA Syariah sendiri. Yang harapannya ini akan memperkuat industri secara keseluruhan," katanya.

Irfan menambahkan selain berdampak ke sektor keuangan, merger BCA Syariah dan Bank Interim diharapkan berdampak ke sektor riil terutama bisnis syariah. Dengan aset yang semakin kuat setelah penggabungan, maka lebih luas menjangkau nasabah UMKM terutama di industri halal.

"Karena salah satu kendala di industri halal adalah masih minimnya akses pembiayaan syariah," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan BCA Syariah
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top