Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Bank Negeri Jiran: OCBC NISP, CIMB Niaga, dan Maybank. Siapa Termoncer?

Bank asal Negeri Jiran masih membukukan laba di tengah tantangan pandemi. Sejumlah kinerja positif masih dapat diraih dari aset yang tetap tumbuh hingga peningkatan dana murah.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 November 2020  |  12:15 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank-bank asal negeri jiran mulai melaporkan kinerja keuangan selama kuartal III/2020. Seperti kelompok bank lainnya, bank-bank yang dimiliki investor asal negeri jiran tersebut juga menghadapi masalah serupa terkait pandemi Covid-19.

Meskipun demikian, bank-bank tersebut masih membukukan laba di tengah tantangan pandemi. Sejumlah kinerja positif masih dapat diraih dari aset yang tetap tumbuh hingga peningkatan dana murah.

Bisnis merangkum kinerja tiga bank asal negeri jiran selama kuartal III/2020. Berikut rinciannya:

OCBC NISP

Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Hingga September 2020 ini, Bank OCBC NISP mencatat pertumbuhan laba operasional sebelum beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 17 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/YoY) menjadi Rp3,96 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh pendapatan operasional yang tumbuh 10 persen yoy, sedangkan biaya operasional naik 1 persen yoy.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi perseroan, perolehan laba bersih tahun berjalan pada kuartal III/2020 adalah senilai Rp1,95 triliun (konsolidasi) atau turun 12,3 persen YoY.

Sementara itu, total kredit yang disalurkan tercatat senilai Rp118,9 triliun. Bank juga senantiasa mempertahankan likuiditas yang kuat seiring penyaluran kredit yang prudent dengan mencatatkan LDR sebesar 77,3 persen dan LFR 75,5 persen.

Sejalan dengan strategi perseroan, dana murah atau CASA meningkat 28 persen yoy dan memberikan dampak positif terhadap dana pihak ketiga (DPK) dan aset OCBC NISP, yang tumbuh masing-masing 16 persen dan 13 persen yoy


CIMB Niaga

Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta./Bisnis-Arief Hermawan P


PT Bank CIMB Niaga Tbk. pada kuartal III/2020 membukukan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) senilai Rp1,9 triliun pada sembilan bulan pertama 2020 dengan earnings per share Rp74,79.

Jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya, terdapat penurunan sebesar 29,10 persen dari Rp2,68 triliun.

Kendati demikian, dengan total aset mencapai Rp281,7 triliun per 30 September 2020, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp211,9 triliun dengan rasio CASA sebesar 60,31 persen. Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 35,6 persen YoY dan 16,6 persen YoY, sejalan dengan komitmen perseroan untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

CIMB Niaga menyalurkan kredit yang disalurkan sebesar Rp180,9 triliun selama kuartal III/2020, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis consumer banking yang tumbuh 4,1 persen YoY.

Maybank Indonesia

Nasabah beraktivitas di salah satu gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Maybank Indonesia, di Jakarta/Bisnis-Himawan L Nugraha

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) senilai Rp1,1 triliun pada kuartal III/2020. Perolehan laba tersebut cenderung stagnan dengan perolehan periode sama tahun lalu.

Hanya saja, laba sebelum pajak (PBT) turun sebesar 6,1 persen menjadi Rp1,5 triliun.

Pendapatan nonbunga Maybank turun sebesar 7,1 persen menjadi Rp1,7 triliun per September 2020. Tahun lalu, perseroan menyertakan pendapatan one-off dari penyelesaian arbitrase domestik sebesar Rp101,0 miliar dan pendapatan terkait pajak sebesar Rp68,7 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan nonbunga rutin untuk sembilan bulan meningkat sebesar 2,2 persen terutama berasal dari fee terkait global market, bancasurrance, investasi dan transaksi e-channel.

Fee terkait global market melonjak 85,3 persen menjadi Rp518,3 miliar pada September 2020, sementara fee bancassurance dan wealth management terus bertumbuh dan membukukan peningkatan 26,7 persen menjadi Rp210,6 miliar dari Rp166,2 miliar tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cimb niaga ocbc nisp maybank kinerja bank laba bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top