Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Perang Promo, Ini Jumlah Ideal Platform Dompet Digital

Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) menilai jumlah ideal perusahaan dompet digital di Indonesia cukup tiga saja agar bisa berkembang maksimal.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 30 November 2020  |  10:43 WIB
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). - Bisnis/Rachman
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah platform dompet digital di Indonesia dinilai terlalu banyak sehingga menyebabkan perang promo. Idealnya, jumlah pemain dompet digital di Tanah Air cukup tiga perusahaan saja.

Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono mengatakan kompetisi dompet ditigal merupakan kompetisi padat modal. Selain teknologi, yang andal, dibutuhkan dana yang besar untuk mengembangkan platform dompet digital.

Perusahaan dengan modal paling besar beperluang untuk memenangi persaingan. Dia berpendapat dari belasan platform dompet digital yang terdapat di Indonesia, hanya 1-2 perusahaan saja yang akan menguasai pasar dompet digital.

“Akhirnya yang besar yang menang, itu tidak bisa dihindarkan kalau bicara yang besar maksimum 2 atau justru 1 saja, platform digital lainnya hanya menjadi pengikut,” kata Handito kepada Bisnis.com, Minggu (29/11/2020).

Di samping itu, menurut Handito, idealnya jumlah pemain dompeti digital di Tanah Air hanya tiga platform saja yang berasal dari ekosistem BUMN, perbankan dan non-perbankan.

Handito menyarankan agar platform digital yang masih kecil, tidak terlalu memaksakan diri untuk tumbuh cepat dengan menebar promo. Pasalnya, lawan yang hadapi sangat besar dan keberlanjutan bisnis perushaan juga harus diperhatikan.

Handito berpendapat bahwa persaingan dompet digital ke depan akan bertambah ketat. Dia mendapat informasi bahwa Bank BCA akan makin serius dalam mengembangkan platform dompet digital.

Bank BCA, menurut Handito, akan melakukan penetrasi lebih dalam ke layanan dompet digital. Belum diketahui apakah BCA akan menggunakan Sakuku atau mengembangkan platform baru untuk masuk lebih dalam ke pasar dompet digital.

“Kalau menurut saya idealnya tiga platform dompet digital di Indonesia. Tiga maksimal, karena mewakili unsur BUMN lewat LinkAja, unsur bank besar [yaitu] BCA, dan yang lain pemain komunitas, jangan maksa-maksa jadi pemain nasional,” kata Handito.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp fintech dompet digital
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top